Benarkah Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Otak Hingga Kejiwaan?

Silfa Humairah Utami, Fita Nofiana

Jum'at, 26 Juni 2020 | 09:30 WIB
Benarkah Pasien Covid-19 Bisa Alami Masalah Otak Hingga Kejiwaan?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Komplikasi otak, termasuk stroke, dan psikosis, telah dikaitkan dengan Covid-19. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran baru tentang dampak luas virus corona.

Dilansir dari The Guardian, penelitian tersebut dilakukan berdasarkan pengamatan dokter, sehingga belum memberikan gambaran keseluruhan. Tetapi para ahli medis mengatakan temuan ini menyoroti kebutuhan untuk menyelidiki kemungkinan efek Covid-19 di otak.

“Telah ada laporan yang berkembang mengenai hubungan antara infeksi Covid-19 dan kemungkinan komplikasi neurologis atau kejiwaan, tetapi sampai sekarang ini rata-rata penelitian terbatas pada 10 pasien atau kurang,” kata Benedict Michael, penulis utama penelitian ini, dari Universitas Liverpool.

“Penelitian kami adalah studi nasional pertama tentang komplikasi neurologis yang terkait dengan Covid-19, tetapi penting untuk dicatat bahwa ini berfokus pada kasus-kasus yang cukup parah sehingga memerlukan rawat inap,” imbuhnya.

Para ilmuwan mengatakan temuan itu adalah gambaran penting dari potensi komplikasi, tetapi harus diperlakukan dengan hati-hati karena tidak mungkin untuk menarik kesimpulan dari data tentang prevalensi komplikasi tersebut.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, berfokus pada pasien yang dirawat di rumah sakit Inggris selama fase eksponensial pandemi Covid-19 bulan April.

Michael dan rekannya meminta dokter spesialis untuk melaporkan rincian klinis pasien Covid-19 yang mengalami berbagai komplikasi neurologis dan kejiwaan.

Seorang staf medis di depan seorang pasien deng [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]
Seorang staf medis di depan seorang pasien  [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Dari 125 kasus yang dilaporkan secara rinci, komplikasi otak yang paling umum diamati adalah stroke, yang dilaporkan pada 77 pasien.

Dari jumlah tersebut, 57 pasien mengalami stroke disebabkan oleh bekuan darah di otak yang dikenal sebagai stroke iskemik. Sementara sembilan pasien mengalami stroke disebabkan oleh pendarahan otak, dan satu pasien disebabkan oleh peradangan pada pembuluh darah otak.

baca juga

Sebelumnya, Covid-19 telah ditemukan pada beberapa pasien, menyebabkan peradangan parah dan pembekuan darah di paru-paru dan di tempat lain di tubuh.

Ada 39 pasien lebih lanjut menunjukkan tanda-tanda kebingungan atau perubahan perilaku yang mencerminkan perubahan keadaan mental. Tujuh dari pasien itu mengalami peradangan otak yang secara medis disebut ensefalitis.

Selain itu 23 pasien yang tersisa mengalami kondisi mental yang berubah didiagnosis dengan kondisi kejiwaan, termasuk psikosis, sindrom seperti demensia, dan gangguan suasana hati. 

"Laporan ini menggambarkan kasus-kasus penyakit neurologis dan kejiwaan yang sering menyerang kadang-kadang dikaitkan dengan Covid-19 yang parah pada pasien yang dirawat di rumah sakit," kata Michael Sharpe,  profesor kedokteran psikologis di Universitas Oxford.

"Ini mengingatkan kita bahwa Covid-19 lebih dari infeksi pernafasan dan kita perlu mempertimbangkan kaitannya dengan berbagai penyakit lain," tambahnya.

Sharpe menambahkan, penelitian lebih lanjut tetap masih diperlukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Langka, Lelaki Ini Tidak Dapat Melihat Angka

Langka, Lelaki Ini Tidak Dapat Melihat Angka

Tekno | Jum'at, 26 Juni 2020 | 08:40 WIB

Menteri Keuangan Positif Corona, Roda Ekonomi Meksiko Berhenti

Menteri Keuangan Positif Corona, Roda Ekonomi Meksiko Berhenti

News | Jum'at, 26 Juni 2020 | 08:34 WIB

HOROR Tak Pakai Masker, Warga Gresik Disuruh Bersihkan Kuburan

HOROR Tak Pakai Masker, Warga Gresik Disuruh Bersihkan Kuburan

Jatim | Jum'at, 26 Juni 2020 | 08:12 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB