Hadapi New Normal, Hindari Memegang 7 Permukaan Benda Ini di Tempat Umum

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 28 Juni 2020 | 15:00 WIB
Hadapi New Normal, Hindari Memegang 7 Permukaan Benda Ini di Tempat Umum
Ilustrasi eskalator - (Pixabay/StockSnap)

Suara.com - Virus corona yang terjadi di Indonesia memang masih terus meningkat. Namun Pemerintah telah mulai melonggarkan pembatasan dan segera melakukan New Normal atau normal baru.

Saat tahap New Normal dan mulai pergi ke luar rumah, artinya Anda musti berhati-hati. Menurut Direktur Pelaksana Zidac Laboratories Inggris, Jurica Weissbarth ia memperingatkan tujuh spot penuh bakteri di tempat umum yang seharusnya Anda hindari.

Dilansir dari Express, Weissbarth menyatakan, pegangan pintu, kamar mandi umum, tabel dan permukaan meja, tempat duduk, dan menu menjadi salah satu spot bakteri paling umum selama pandemi.

Selain itu, Weisbarth juga menyatakan bahwa Anda juga perlu berhati-hati dengan pegangan tangga atau pegagan eskalator dan tombol pin pada mesin pembayaran non-cash.

Weisbarth menjelaskan, berbagai sektor perdagangan dan perhotelan memang akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menjaga tingkat kebersihan yang tinggi. Tetapi Anda masih disarankan untuk membersihkan tangan kapanpun setelah melakukan kontak dengan spot-spot di atas.

Anda harus membawa pembersih tangan sebagai cadangan jika tidak ada fasilitas pembersih tangan.

"Tidak semua pembersih tangan diciptakan sama, oleh karena itu coba cari pembersih tangan yang mengandung setidaknya 70 persen alkohol," saran Weisbarth.

"Ini adalah bahan aktif yang membunuh kuman dengan melarutkannya dan agar sepenuhnya bisa membunuh bakteri," imbuhnya.

Menurut Weisbarth, banyak pembersih tangan yang masih berada di bawah standar. Jadi, penting untuk Anda mempelajari produk sebelum membelinya.

baca juga
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)
Ilustrasi cuci tangan. (Shutterstock)

"Carilah produk yang dengan jelas menyatakan membunuh 99,9 pesen kuman," kata Weisbarth.

"Lebih sering cuci tangan bisa menjadi tidak nyaman tetapi pedoman masih menyatakan perlunya mencuci tangan selama 20 detik untuk membunuh kuman," jelas Weisbarth.

Sayangnya itu dapat membuat kulit bereaksi buruk, menjadi kering, pecah-pecah, dan menyakitkan. Sanitizer yang keras juga akan memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, Weisbarth menyarankan untuk memilih produk yang mengandung sifat menyejukkan seperti lidah buaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi BBM Mulai Merangkak Naik di Masa New Normal

Konsumsi BBM Mulai Merangkak Naik di Masa New Normal

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2020 | 12:19 WIB

New Normal di Salon, Tak Boleh Lepas Masker Saat Perawatan

New Normal di Salon, Tak Boleh Lepas Masker Saat Perawatan

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2020 | 18:50 WIB

Masuk New Normal, CFD Bandung Belum Akan Dibuka karena Belum Aman

Masuk New Normal, CFD Bandung Belum Akan Dibuka karena Belum Aman

Jabar | Sabtu, 27 Juni 2020 | 17:40 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×