Peneliti: Musik Bisa Jadi Terapi Berbagai Penyakit Fisik, Bahkan Stroke!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 28 Juni 2020 | 15:40 WIB
Peneliti: Musik Bisa Jadi Terapi Berbagai Penyakit Fisik, Bahkan Stroke!
Beberapa remaja sedang mendengarkan musik dari ponsel pintar mereka (Shutterstock).

Suara.com - Ilmuwan menggunakan musik untuk membantu orang mengatasi stroke, penyakit Parkinson, demensia, dan post-traumatic stress disorder (PTSD). Penelitian juga menyebutkan, terapi musik mengubah cara mendekati neurologi.

"Salah satu hal tentang penyakit Parkinson adalah ketidakmampuan untuk memulai gerakan," kata Alan Harvey, Profesor Emeritus di sekolah Ilmu Pengetahuan Manusia di UWA,seperti yang dilansir dari MedicalXpress.

"Entah bagaimana musik mulai mengaktifkan kembali sirkuit di otak yang sulit diakses," tambahnya.

Dilansir dari MedicalXpress, Profesor Felicity Baker, Kepala Terapi Musik di Melbourne Conservatorium of Music, ritme adalah rahasia terapi musik untuk penyakit fisik.

"Manusia menggunakan ritme ketika kita berjalan. Jadi, kita menggunakan musik untuk menyusun itu dan membantu orang-orang yang mungkin kehilangan koordinasi gerak untuk mendapatkan kembali koordinasi mereka" kata Baker.

Ilustrasi seseorang mendengarkan lagu sedih (Shutterstock)
Ilustrasi seseorang mendengarkan lagu (Shutterstock)

Ketika kita membuat atau mendengarkan musik, bagian otak yang terkait dengan fungsi motor diaktifkan. Terapis musik memanfaatkan ini dan menggunakan ritme sebagai stimulus eksternal untuk memandu gerakan fisik.

Pada tahun 2014, sebuah studi kecil di Kanada mengamati peningkatan yang signifikan dalam ketangkasan manual penderita stroke kronis setelah 3 minggu melakukan pelatihan dengan piano.

"Ketika kami membuat musik, itu melibatkan gerakan," kata Baker.

Misalnya, ketika kita bernyanyi maka paru-paru, otot vokal, dan artikulator akan bekerja.

"Dengan menggunakan musik, kamu mendukung pemulihan bagian otak yang rusak dan memulihkan fungsi yang hilang itu," imbuhnya.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, tidak ada musik yang memiliki pengalaman general bagi semua orang sehingga preferensi musik juga perlu dipertimbangkan.

"Musik adalah pengalaman individual, terlalu banyak otobiografi dalam musik," kata Alan Harvey.

Sebagai gantinya, terapi musik yang berhasil bergantung pada preferensi pribadi masing-masing pasien dalam musik.

"Aturan utamanya adalah bahwa itu harus menjadi musik yang disukai orang yang bekerja denganmu. Jadi, jika Anda pasien saya, maka saya akan meminta ceritakan soal artis favoritnya," jelas Felicity.

"Saya akan merasakan selera musik Anda dan kemudian saya akan memilih lagu yang sesuai dengan preferensi pasien," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Temukan Beberapa Bayi Bisa Bedakan Nada Musik Sejak Usia 6 Bulan

Studi Temukan Beberapa Bayi Bisa Bedakan Nada Musik Sejak Usia 6 Bulan

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 15:10 WIB

Ketahui 5 Manfaat Musik untuk Kesehatan Mental

Ketahui 5 Manfaat Musik untuk Kesehatan Mental

Video | Sabtu, 16 Mei 2020 | 07:00 WIB

Unik! Nigeria Perangi Wabah Virus Corona Pakai Musik dan Tarian

Unik! Nigeria Perangi Wabah Virus Corona Pakai Musik dan Tarian

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 13:40 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB