Terinfeksi Covid-19, Mantan Atlet Maraton Kehilangan Bobot hingga 27 Kg!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Terinfeksi Covid-19, Mantan Atlet Maraton Kehilangan Bobot hingga 27 Kg!
Ilustrasi pasien Covid-19 menggunakan ventilator [Shutterstock].

Ia pun mengimbau orang untuk tidak menyepelekan penyakit Covid-19.

Suara.com - Ahmad Ayyad, dulunya adalah seorang atlet maraton dengan berat 97,6 kilogram. Ia memiliki otot padat dan kekuatan luar biasa. Di usia 40 tahun, Ayyad memiliki tubuh yang sehat. Namun, semua itu berubah sejak ia terinfeksi virus corona Covid-19 dan menderita gejala yang parah.

"Aku bangun dan melihat lengan, kaki, dan otot-ototku hilang. Aku agak panik, seperti, di mana kakiku? Kemana kakiku pergi?," jelasnya, dilansir CNN Internasional.

Sebelum gejala muncul, Ayyad masih merasa sehat dan beraktivitas seperti biasanya. Namun, satu minggu berikutnya, ia mudah merasa lelah, bahkan hanya untuk memasak atau naik tangga.

Gejala yang muncul berikutnya adalah batuk dan bersin. Setelah itu, Ayyad mengalami demam tinggi, kehilangan tenaga dan napsu makannya, hingga kesulitan bernapas.

Ahmad Ayyad saat dirawat di rumah sakit (YouTube/CNN)
Ahmad Ayyad saat dirawat di rumah sakit (YouTube/CNN)

Awalnya ia mengira menderita flu musiman. Tapi seorang temannya, seorang asisten dokter, mendesaknya untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit Sibley Memorial pada 15 Maret.

Saat itu, ia dinyatakan positif terkena influenza dan virus corona Covid-19.

Kondisinya terus memburuk. Dia mendapat bantuan ventilator dan segera dipindahkan ke Rumah Sakit John Hopkins di Baltimore, Maryland, di mana Ayyad mengalami koma selama 25 hari.

Pihak John Hopkins mengatakan Ayyad merupakan pasien pertama di rumah sakit yang menggunakan ventilator dan pasien ketiga yang dirawat akibat Covid-19 di sana.

Dr. Sandra Zaeh, yang merawat Ayyad tidak yakin mengapa seorang atlet berisiko terinfeksi virus corona, terutama dengan kesehatan yang baik dan tidak memiliki penyakit penyerta.

"Mungkin ada faktor," kata Dr. Zaeh, tidak sepenuhnya mengerti.

Ahmad Ayyad kehilangan berat badannya (YouTube/CNN)
Ahmad Ayyad kehilangan berat badannya (YouTube/CNN)

Kondisinya sekarang

Ayyad keluar dari rumah sakit pada 22 April, dan ia kehilangan berat 27 kilogram. Ia masih mengalami gumpalan darah di lengan kirinya, kerusakan pada jantung dan paru-parunya dan menghabiskan Mei berjuang melakukan kegiatan tanpa kehabisan napas.

Hari demi hari Ayyad akhirnya dapat menaikkan massa ototnya lagi.

"Dia tampaknya sudah pulih. Sungguh luar biasa, dulu melihatnya di ICU sakit parah, (sekarang) melihatnya di rumah. Tersenyum dan berbicara tentang bagaimana bahagianya dia dapat melakukan jogging dan duduk di luar dengan matahari menyengat wajahnya," sambung Dr. Zaeh.

Ayyad sekarang hampir kembali normal. Ia juga mulai kembali olahraga, seperti tinju, basket dan berharap dapat berlari maraton lagi.

Meski begitu, ia tetap khawatir dengan infeksi virus corona Covid-19.

"Orang-orang bertingkah seolah virus sudah pergi. Belum. Pakai maskermu. Jangan berkumpul dalam kelompok besar. Jaga dirimu dan orang-orang di sekitarmu," kata Ayyad.

"Anggap itu (Covid-19) serius. Ini bukan lelucon. Itu bisa membunuhmu, bahkan jika kamu berpikir kamu sehat dan kebal terhadapnya. (Padahal) Kamu tidak," sambungnya lagi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS