Begini Cara Dokter Tetapkan Saat Pasien Sembuh dari Covid-19

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 02 Juli 2020 | 14:14 WIB
Begini Cara Dokter Tetapkan Saat Pasien Sembuh dari Covid-19
Sejumlah tenaga medis, relawan dan pasien COVID-19 mengikuti kegiatan senam pagi di Rumah Singgah Karantina COVID-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/5). [ANTARA FOTO/Fauzan]

Suara.com - Tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 punya indikator khusus dalam menentukan kesembuhan pasien.

Menurut Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Kolonel CKM Dr. dr. Soroy Lardo, SpPD FINASIM, dokter dan perawat harus melihat bahwa covid-19 merupakan penyakit infeksi virus yang punya keunikan dan karakteristik.

"Sebenarnya kita melihat pasien Covid tidak dalam konteks penyakit. Kita harus melihat bahwa Covid penyakit infeksi virus yang punya keunikan dan karakteristik baik dalam mengifeksi tubuh atau pun varian dinamik penularannya," kata Soroy dalam virtual konferensi BNPB, Kamis (2/6/2020).

Perjalanan penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit, menurutnya, saat ini telah berubah.

Soroy bercerita bahwa pada dua bulan pertama pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia, para tenaga medis mengalami kurang tidur karena banyak pasien dengan komplikasi berat.

"Sekarang beralih ke daily praktis. Artinya pasien tidak berat tapi ada komorbid (penyakit penyerta). Misal pasien mau melahirkan kemudian covid, pasien mau cuci darah kemudian covid," katanya. 

Dari dua konteks itu kemudian dilihat kalau sebelumnya pasien sembuh terlihat dalam perjalanan pengobatannya dari kondisi berat hingga diperbolehkan rawat jalan, paparnya. 

"Tentu itu perubahan klinis, (saat ini) dia bisa lakukan adaptasi nanti hasil swab dua kali negatif, dia sudah bisa mandiri kita katakan dia pasien sembuh," ucapnya.

Lama perawatan pasien infeksi virus corona akan berbeda-beda. Menurut Soroy, tergantung dengan kondisi setiap orang. Namun pasien dengan penyakit bawaan biasanya akan mendapat perawatan lebih lama. 

"Pasien dengan komorbid bisa lama perawatan bisa sampai 2-3 minggu. Tapi kalau tanpa komorbid biasanya kita evaluasi sampai dua minggu," ujarnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Inspirasi Aman Melamar Kekasih saat Pandemi Covid-19

6 Inspirasi Aman Melamar Kekasih saat Pandemi Covid-19

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2020 | 14:05 WIB

Covid-19: Apa Dampak Corona Bagi Otak Manusia?

Covid-19: Apa Dampak Corona Bagi Otak Manusia?

Tekno | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:34 WIB

Terinfeksi Covid-19, Alat Vital Pria Ini Tak Berhenti Ereksi Selama 4 Jam

Terinfeksi Covid-19, Alat Vital Pria Ini Tak Berhenti Ereksi Selama 4 Jam

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 13:33 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB