Anak Diperkosa di Rumah Aman, Psikolog: Dampaknya Bisa Sangat Berat

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 06 Juli 2020 | 18:59 WIB
Anak Diperkosa di Rumah Aman, Psikolog: Dampaknya Bisa Sangat Berat
Ilustrasi perkosaan. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun di Lampung Timur menjadi korban pemerkosaan dan diduga penjualan anak oleh oknum yang bekerja untuk Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A).

Remaja berinisal NF tersebut sebelumnya merupakan seorang korban pemerkosaan yang dititipkan di rumah aman P2TP2A Lampung Timur. Pelakunya sendiri merupakan Kepala Pelaksana Tugas UPT P2TP2A Lampung Timur, Provinsi Lampung berinisial DA.

Dihubungi oleh Suara.com, Psikolog Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani menjelaskan anak korban pemerkosaan sangat mungkin mendapat dampak psikologis yang berat.

Ia juga dampak yang dirasakan anak akan sangat bergantung dari berbagai faktor.

"Misalnya anak ini apa yang dialami, dia usianya berapa, setelah dia kembali ke keluarga apa yang dilakukan, apakah mendukung atau tidak," kata psikolog yang akrab disapa Nina itu kepada Suara.com, Senin (6/7/2020).

Menurut Nina, dampak berkepanjangan bisa terjadi jika penanganan kasus  tidak dilakukan secara efektif.

Sebaliknya, dampak bisa diminimalisir ketika pengusutan kasus ditindaklanjuti dengan tepat. "Tergantung kasusnya gimana, apakah ditindaklanjuti atau tidak. Kalau kasusnya ditindaklanjuti dampaknya akan lebih baik daripada tidak ditindaklanjuti," katanya.

Pada kondisi tertentu, kasus yang dialami remaja di Lampung Timur itu bisa saja membuat korban menjadi takut bertemu orang lain.

Nina menjelaskan bahwa dampak seperti itu sangat bergantung dari psikis internal si anak juga dukungan eksternal dari orangtua dan lingkungan.

baca juga

"Jadi misalnya katakan habis ini gak ada yang nanganin, lalu misalnya dia anak yang sensitif, bisa saja nanti jadi ketakutan bertemu orang lain atau berhubungan dengan orang lain. Tapi bisa juga baik-baik saja, seperti gak ada masalah kalau nanti gak ada isu gitu. Bisa juga nanti efeknya baru muncul saat dia dewasa. Karena sangat tergantung dari banyak hal," ucapnya.

Sementara itu, terhadap orangtua korban, menurut Nina tetap harus mencari dukungan dari pihak lain untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Memang harus dicari, diperjuangkan untuk mendapat dukungan dari orang lain supaya bisa menuntaskan permasalahan," ucapnya.

"Lebih baik cari bantuan dari para ahli. Bisa macam-macam, bisa dokter anak, tumbuh kembang, psikolog, ahli hukum, pekerja sosial," tutup Nina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepala P2TP2A Perkosa dan Jual Anak, KemenPPPA Minta Pemberatan Hukuman

Kepala P2TP2A Perkosa dan Jual Anak, KemenPPPA Minta Pemberatan Hukuman

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 17:33 WIB

Takut karena Diancam Pelaku, Kenali Tanda Pelecehan Seksual terhadap Anak

Takut karena Diancam Pelaku, Kenali Tanda Pelecehan Seksual terhadap Anak

Health | Senin, 06 Juli 2020 | 15:59 WIB

Kasus Anak Diperkosa Kepala P2TP2A Lampung, KPAI Buka Suara

Kasus Anak Diperkosa Kepala P2TP2A Lampung, KPAI Buka Suara

Banten | Senin, 06 Juli 2020 | 15:34 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×