Virus Corona Covid-19 vs Wabah Pes, Mana yang Lebih Buruk dan Mematikan?

Angga Roni Priambodo, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 08 Juli 2020 | 08:17 WIB
Virus Corona Covid-19 vs Wabah Pes, Mana yang Lebih Buruk dan Mematikan?
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak wabah virus corona Covid-19 ditemukan di China pada akhir 2019, sudah lebih dari 11 juta orang yang terinfeksi di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi pada awal tahun ini.

Sebenarnya tidak ada definisi yang pasti mengenai pandemi. Tetapi, wabah virus bisa ditetapkan sebagai pandemi ketika sudah menyebar di seluruh dunia.

Awalnya, virus corona Covid-19 tidak ditetapkan sebagai pandemi karena sebagian besar kasus lebih banyak ditemukan di China.

Tapi dilansir dari Express, wabah virus corona Covid-19 ini mulai meningkat jumlahnya dan menyebar ke negara lain, seperti Iran, Korea Selatan, Italia dan seluruh dunia seiring berjalannya waktu.

Di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang belum usai, China kembali menemukan penyakit Pes di Mongolia yang dikhawatirkan akan menyebabkan wabah.

Wabah pes ini pun dianggap sebagai "balck death" atau kematian hitam karena bisa menyebabkan kelenjar getah bening atau bubo yang membahayakan nyawa manusia.

Ilustrasi marmut. (Pixabay)
Ilustrasi marmut. (Pixabay)

Apa itu Black Death?

Black death adalah wabah yang melanda Eropa pada abad ke-14. Sejauh ini, black death masih diketahui berasal dari China, sebelum menyebar melalui Timur Tengah ke Eropa melalui rute perdagangan di Italia.

Secara dramatis, wabah ini mengurangi populasi orang di Eropa. Beberapa ahli pun memperkirakan hingga 60 persen populasi meninggal dunia.

baca juga

Wabah pes sendiri menyebar ke manusia melalui kutu, seperti tikus atau marmut. Penyakit ini berasal dari bakteri yersina pestis yang menyebabkan tulah dan biasanya disebarkan oleh kutu pada hewan.

Lalu, apakah virus corona Covid-19 lebih buruk dari wabah pes?

Saat ini, wabah virus corona Covid-19 memiliki tingkat kematian yang lebih rendah daripada wabah yang dikategorikan sebagai "black death". Sebanyak lebih dari 500 ribu orang telah meninggal dunia akibat Covid-19.

Menurut WHO, "black death" pada abad ke-14 telah menewaskan lebih dari 50 juta orang. Wabah pes sendiri merupakan bentuk wabah yang paling umum dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.

Orang yang terinfeksi wabah pes memiliki risiko kematian sekitar 50 persen di masa lalu. Sedangkan, wabah sindrom pernapasan akut parah (SARS) tahun 2003 diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 11 persen.

Kemudian wabah sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) tahun 2012 diperkirakan memiliki tingkat kematian 34 persen.

Bila dibandingkan pada kasus "black death" pada abad ke-14, wabah virus corona Covid-19 terbaru telah menyebabkan lebih sedikit kematian. Artinya, lebih sedikit orang yang terinfeksi Covid-19 daripada wabah mematikan sebelumnya.

Meski begitu, pihak berwenang di wilayah China mengeluarkan peringatan siaga tiga untuk pengendalian epidemi, setelah menemukan kasus wabah pes di Mongolia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Wuhan Promosikan Pariwisatanya, Warganet di Twitter Malah Ngamuk Ingat Awal Mula Virus Corona

Lifestyle | Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB

Aksi Protes Pembatasan COVID-19 di China dan Penangkapan Jurnalis, Ribuan Massa Turun ke Jalan

Aksi Protes Pembatasan COVID-19 di China dan Penangkapan Jurnalis, Ribuan Massa Turun ke Jalan

Video | Selasa, 29 November 2022 | 12:05 WIB

Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 6.699 Orang Pada Jumat Ini

Kasus Positif Covid-19 di RI Bertambah 6.699 Orang Pada Jumat Ini

News | Jum'at, 18 November 2022 | 17:45 WIB

Pasien Covid-19 Varian Alpha, Delta dan Omicron Hembuskan Virus Lebih Banyak

Pasien Covid-19 Varian Alpha, Delta dan Omicron Hembuskan Virus Lebih Banyak

Health | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:29 WIB

Inggris akan Luncurkan Vaksin Covid-19 Baru, Ini Efek Sampingnya!

Inggris akan Luncurkan Vaksin Covid-19 Baru, Ini Efek Sampingnya!

Health | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 08:03 WIB

CDC Tak Lagi Rekomendasikan Orang yang Terpapar Covid-19 untuk Karantina

CDC Tak Lagi Rekomendasikan Orang yang Terpapar Covid-19 untuk Karantina

Health | Rabu, 17 Agustus 2022 | 16:29 WIB

Studi Baru Temukan 70 Persen Pasien Covid-19 Tetap Alami Gejala selama 125 Hari

Studi Baru Temukan 70 Persen Pasien Covid-19 Tetap Alami Gejala selama 125 Hari

Health | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:15 WIB

Tingkatkan Kewaspadaan, Covid-19 Picu Diabetes Tipe 2 dan Penyakit Kardiovaskular!

Tingkatkan Kewaspadaan, Covid-19 Picu Diabetes Tipe 2 dan Penyakit Kardiovaskular!

Health | Selasa, 02 Agustus 2022 | 09:15 WIB

Penyintas Sebut Infeksi Cacar Monyet 100 Kali Lebih Menyakitkan Dibandingkan Covid-19, Kok Bisa?

Penyintas Sebut Infeksi Cacar Monyet 100 Kali Lebih Menyakitkan Dibandingkan Covid-19, Kok Bisa?

Health | Sabtu, 30 Juli 2022 | 18:00 WIB

Gejala Baru, Long Covid-19 Bisa Sebabkan Penurunan Gairah Seksual

Gejala Baru, Long Covid-19 Bisa Sebabkan Penurunan Gairah Seksual

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 20:55 WIB

Terkini

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:33 WIB

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 18:31 WIB

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Deretan Momen Manis Shin Tae-yong dan Marselino Ferdinan: Kaki Diinjak hingga Nebeng Pulang

Deretan Momen Manis Shin Tae-yong dan Marselino Ferdinan: Kaki Diinjak hingga Nebeng Pulang

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 18:28 WIB

×