Dikembangkan Buru-Buru, Vaksin Covid-19 Bisa Berisiko Buruk

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Rabu, 15 Juli 2020 | 06:35 WIB
Dikembangkan Buru-Buru, Vaksin Covid-19 Bisa Berisiko Buruk
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Vaksinasi tampaknya menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 13 juta orang. Sayangnya, hingga kini belum ada vaksin untuk SARS-CoV-2 ini.

Para ilmuwan berlomba dengan waktu untuk menemukan obat. Ironisnya, tidak sedikit negara di seluruh dunia melanggar norma untuk mengeluarkan vaksin yang aman dan efektif terhadap Covid-19 dalam waktu singkat.

Hingga kini, hampir ada 150 vaksin potensial sedang diuji di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebanyak 17 kandidat dalam uji klinis, dengan satu sudah dalam Fase 3 dan dua lainnya kemungkinan masuk pada Juli.

Sementara kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminatha mengatakan akan ada satu atau lebih vaksin yang aman dan manjur tahun depan, beberapa perusahaan memperkirakan vaksin mereka dapat siap untuk mulai diproduksi secara global hanya dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Tapi, kecepatan pengembangan vaksin telah membuat para ahli kesehatan khawatir tentang keselamatan dan perlindungan jangka panjang dari vaksin itu sendiri.

Ilustrasi vaksin (pixabay.com)
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Pengembangan vaksin biasanya memakan waktu lebih dari 10 tahun dan membutuhkan biaya yang besar. Umumnya, pengembangan vaksin harus melalui lima tahap.

Para ahli berpendapat, mengurangi garis waktu dalam pengembangan vaksin dari bertahun-tahun ke beberapa bulan artinya dapat menghilangkan beberapa informasi tentang keselamatan dan perlindungannya.

Berikut beberapa kemungkinan risiko pengembangan cepat dari vaksin Covid-19, dilansir The Health Site.

  • Vaksin mungkin disetujui dengan data dan analisis yang tidak lengkap.
  • Vaksin yang dikembangkan secara cepat akan memiliki efek samping yang tidak diinginkan.
  • Ada risiko peningkatan yang tergantung pada antibodi atau antibody-dependent enhancement (ADE). Ini terjadi ketika tubuh menghasilkan antibodi yang tidak cukup menetralkan virus dan malah mendorongnya untuk bereplikasi, yang memperburuk penyakit.
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)
  • Perusahaan mungkin tidak menyelesaikan studi pada hewan dan pindah ke pengujian manusia yang menransfer risiko ekstra kepada manusia.
  • Masih banyak hal yang belum diketahui para peneliti tentang virus corona. Apakah antibodi protektif? Berapa lama kekebalan bertahan? Semua pertanyaan ini masih belum terjawab. Ini adalah masalah lain dengan pengembangan vaksin yang cepat.
  • Vaksin dikembangkan secara cepat juga berisiko mengkompromikan penilaian memori imunologis.

Selain itu, vaksin yang dikembangkan cepat mungkin hanya efektif sebagian karena fokusnya telah bergeser dari pencarian obat yang melindungi terhadap penyakit menjadi hanya mengurangi keparahan penyakit.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Terawan Targetkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada 2021

Menkes Terawan Targetkan Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada 2021

News | Selasa, 14 Juli 2020 | 19:52 WIB

Alhamdulillah, Thailand Siap Produksi Massal Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Alhamdulillah, Thailand Siap Produksi Massal Vaksin Covid-19 Akhir 2020

Tekno | Selasa, 14 Juli 2020 | 05:30 WIB

Ahli: Vaksin Covid-19 yang Efektif Kecil Kemungkinannya Muncul di 2021

Ahli: Vaksin Covid-19 yang Efektif Kecil Kemungkinannya Muncul di 2021

Health | Senin, 13 Juli 2020 | 11:49 WIB

Terkini

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Kabut Asap Pekat, RTH dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Status Gunung Anak Krakatau Melesat ke Level Siaga: Zona Bahaya 5 Km Dikunci

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Terjebak FYP Sampai Jam 1 Pagi? Ini Alasan Otakmu Gagal Berhenti Scrolling

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

Penjelasan KPU Soal Keabsahan Syarat Dokumen Gibran di Pemilu 2024

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Perang Harga Logistik Bikin Waswas, Menhub Kaji Tarif Minimum Angkutan Darat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

KBRI Riyadh Minta WNI Waspada Usai Serangan Houthi Guncang Arab Saudi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:08 WIB

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Sindikat Narkoba Malang: Polisi Gulung 175 Tersangka, Sita Sabu Kiloan hingga 2 Ton Kimia

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:07 WIB

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Kondisi Keuangan Berubah, 4 Shio Ini Berpeluang Dapat Rezeki Setelah 10 Oktober 2026

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:05 WIB

×