alexametrics

Anak Usia 10-19 Tahun Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona, Ini Alasannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Anak Usia 10-19 Tahun Lebih Berisiko Tularkan Virus Corona, Ini Alasannya!
Anak-anak (shutterstock)

Penelitian menemukan bahwa anak-anak usia 10 tahun ke atas lebih berisiko menularkan virus corona Covid-19, sama seperti orang dewasa.

Suara.com - Beberapa sekolah mungkin sudah siap beroperasi kembali, meskipun pandemi virus corona Covid-19 belum usai. Tapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan mengenai penyebaran virus corona Covid-19 di antara anak-anak.

Sebuah studi baru dari Korea Selatan menemukan anak-anak yang lebih muda dari usia 10 tahun jarang atau lebih berisiko kecil menularkan virus corona Covid-19 dibandingkan orang dewasa.

Tapi, anak-anak usia antara 10 hingga 19 tahun memiliki tingkat risiko menyebarkan virus corona Covid-19 ke orang lain sama seperti orang dewasa.

Temuan ini menunjukkan ketika sekolah dibuka kembali, masyarakat akan melihat kelompok infeksi berakar yang mencakup anak-anak dari segala usia.

Baca Juga: Udara Kering dan Pemanas Ruangan Bisa Perburuk Virus Corona Covid-19

"Saya khawatir ada pemikiran bahwa anak-anak tidak akan terinfeksi dan tidak terinfeksi virus corona Covid-19 dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Perkiraan itulah yang bisa menambah kasus virus corona," kata Michael Osterholm, seorang ahli penyakit menular di University of Minnesota dikutip dari Times of India.

Michael Osterholm mengatakan bakal ada transmisi baru virus corona Covid-19. Langkah yang perlu dilakukan sekarang adalah menerima dan mempertimbangkannya dalam menyusun rencana mencegah penularan virus corona.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Beberapa penelitian dari Eropa dan Asia memberi kesan bahwa anak kecil lebih kecil kemungkinannya terinfeksi dan menyebabkan virus corona Covid-19.

Tapi, Dr Ashish Jha, direktur Harvard Global Health Institute berpendapat sebagian besar penelitian itu masih kecil dan cacat.

"Studi baru ini dilakukan dengan hati-hati, sistematis dan melihat populasi yang sangat besar. Ini adalah salah satu studi terbaik yang kami miliki," jelas Dr Ashish.

Baca Juga: Bayi yang Terinfeksi Virus Corona Alami Gejala Ringan, Begini Kata Ilmuwan

Pakar lain juga menguji skala dan ketelitian analisis. Peneliti Korea Selatan mengidentifikasi 5.706 orang yang pertama kali melaporkan gejala virus corona Covid-19 di rumah tangga mereka antara 20 Januari hingga 27 Maret 202o ketika sekolah masih ditutup.

Komentar