Dari Sekian Banyak Calon Vaksin Covid-19, Berikut 6 Kandidat Terkuat!

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 Juli 2020 | 19:31 WIB
Dari Sekian Banyak Calon Vaksin Covid-19, Berikut 6 Kandidat Terkuat!
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Menggunakan virus yang dilemahkan di laboratorium, para ilmuwan di seluruh dunia menciptakan puluhan kandidat vaksin untuk melawan virus corona, dan mereka melakukannya dengan secara cepat.

Sebagian besar kandidat vaksin masih dalam tahap praklinis, artinya masih sedang diuji pada hewan atau di laboratorium, tetapi beberapa di antaranya telah mencapai uji coba pada manusia.

Uji klinis semacam itu dipecah menjadi tiga hingga empat tahap, dengan tahap sebelumnya (fase 1/ fase 2) memeriksa keamanan, dosis, dan kemungkinan efek samping dan kemanjuran (seberapa baik kinerjanya dalam memerangi patogen) vaksin.

Namun, kunci untuk mendapatkan kandidat vaksin yang disetujui adalah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba fase 3 lebih lanjut.

Dalam uji coba fase 3, peneliti menguji keampuhan vaksin, sambil memantau reaksi merugikan pada ratusan hingga ribuan sukarelawan.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

BPOM AS kemudian menyetujui vaksin jika percobaan menunjukkan itu aman dan efektif, dan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

Dilansir Live Science, berikut kandidat vaksin Covid-19 yang paling menjanjikan:

1. Vaksin Oxford/Astra Zeneca

Vaksin yang disebut ChAdOx1 nCoV-19 dibuat dari versi lemah dari virus flu biasa (adenovirus), yang menginfeksi simpanse.

baca juga

Peneliti secara genetik mengubah virus sehingga tidak dapat bereplikasi pada manusia dan menambahkan gen ke kode untuk protein lonjakan yang digunakan virus corona untuk menginfeksi sel manusia.

Secara teori, vaksin akan 'mengajarkan' tubuh untuk mengenali lonjakan ini, sehingga ketika seseorang terpapar, sistem kekebalan dapat menghancurkannya

2. Sinovac Biotech

Vaksin PiCoVacc yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech asal Beijing diketahui dapat melindungi monyet kera rhesus dari infeksi virus corona.

Perusahaan, yang menunjukkan vaksin tersebut aman dan efektif dalam uji klinis awal, sedang merekrut untuk uji klinis fase 3 dengan 8.870 peserta di Brasil.

Vaksin ini terdiri dari versi tidak aktif dari virus SARS-CoV-2. Vaksin yang tidak aktif adalah versi mati dari patogen penyebab Covid-19. Ini berbeda dengan vaksin dari virus yang dilemahkan.

3. Moderna/ National Institute of Allergy and Infectious Diseases US

Kandidat vaksin ini (mRNA-1273), dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi AS Moderna dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), adalah yang pertama kali diuji pada manusia di AS.

Vaksin Moderna bergantung pada teknologi yang belum digunakan dalam vaksin yang disetujui sampai saat ini, yaitu menggunakan sepotong materi genetik yang disebut messenger RNA (mRNA).

Vaksin mRNA, terdiri dari bahan genetik yang mengajarkan sel untuk membangun protein virus sendiri (dalam hal ini, protein lonjakan virus corona).

Baik vaksin tradisional maupun mRNA memicu respons imun dalam tubuh sehingga jika seseorang secara alami terpapar virus, tubuh dapat dengan cepat mengenali dan melawannya.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

4. CanSino Biologics / Institut Bioteknologi Beijing

CanSino Biologics, bekerja sama dengan Institut Bioteknologi Beijing, mengembangkan kandidat vaksin menggunakan adenovirus yang dilemahkan.

Berbeda dengan vaksin Oxford, CanSino Biologics menggunakan adenovirus yang menginfeksi manusia.

Bersama dengan Moderna, kelompok ini juga menerbitkan hasil dari uji coba fase 2 mereka pada 20 Juli di jurnal The Lancet.

Studi ini tidak menemukan efek samping yang serius, meski beberapa melaporkan reaksi ringan atau sedang termasuk demam, kelelahan dan nyeri di tempat suntikan. Sekitar 90% dari peserta mengembangkan respon sel-T dan sekitar 85% mengembangkan antibodi penawar.

5. Sinopharm

Grup Farmasi Nasional China (Sinopharm) milik negara memiliki dua vaksin dalam pembuatannya, keduanya dalam bentuk SARS-CoV-2 yang tidak aktif.

Vaksin-vaksin ini dikembangkan oleh Institut Produk Biologi Beijing dan Institut Produk Biologi Wuhan.

Menurut media pemerintah China, vaksin dapat diap digunakan publik pada akhir 2020.

6. Pfizer / BioNTech / Fosun Pharmaceutical

Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, mengembangkan vaksin yang menggunakan messenger RNA untuk mendorong sistem kekebalan untuk mengenali virus corona.

Pfizer mengumumkan hasil baru (dalam siaran pers, sehingga temuan tersebut tidak ditinjau oleh rekan sejawat atau peer-review) bahwa vaksin juga mendorong produksi sel-T khusus untuk virus corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Tiga Vaksin Dari Negara Berbeda Diuji Coba, RK: China Paling Progresif

Ada Tiga Vaksin Dari Negara Berbeda Diuji Coba, RK: China Paling Progresif

Jabar | Selasa, 28 Juli 2020 | 16:36 WIB

Di Tengah Pandemi Covid-19, China Juga Kehabisan Vaksin Rabies

Di Tengah Pandemi Covid-19, China Juga Kehabisan Vaksin Rabies

Health | Selasa, 28 Juli 2020 | 17:40 WIB

Mencari Vaksin Corona, Ini Tiga Jenis Cara Pembuatannya di Dunia Penelitian

Mencari Vaksin Corona, Ini Tiga Jenis Cara Pembuatannya di Dunia Penelitian

Video | Selasa, 28 Juli 2020 | 15:30 WIB

Terkini

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 14:05 WIB

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:59 WIB

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Kolusikan Senior dan Talenta Muda, VM Pictures Siap Lahirkan Standar Baru Film Indonesia

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 13:58 WIB

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

3 Deodoran Lactic Acid yang Ampu Cerahkan Ketiak Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:57 WIB

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

Pemerintah Siapkan Substansi RUU Pemilu, Bima Arya Soroti Soal Suara Terbuang

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

Ancaman Bom Sidang Majelis Umum PBB, Koper Misterius Ditemukan di Gedung Chrysler

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:56 WIB

Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding

Sejoli di Medan Diciduk Edarkan Pod Getar asal Malaysia, Disembunyikan di Jam Dinding

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 13:54 WIB

Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU

Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 13:53 WIB

×