Heboh Predator Kain Jarik, Psikiater Sebut Tak Semua Fetish Mengganggu

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 31 Juli 2020 | 11:39 WIB
Heboh Predator Kain Jarik, Psikiater Sebut Tak Semua Fetish Mengganggu
fetish kain jarik (Twitter)

Suara.com - Jagat media sosial dibuat heboh dengan pengakuan seorang warganet yang menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pelaku yang diduga mengidap fetish kain jarik.

Setelah ditelusuri, korban predator 'fetish kain jarik' ini ternyata cukup banyak. Khususnya para mahasiswa baru yang menjadi korban dengan dalih riset atau penelitian.

Tapi menurut Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Andri, Sp.KJ, FAPM, tidak semua fetish dapat menganggu.

Misalnya saja suami yang bisa melampiaskan kepuasan seksualnya melalui celana dalam istri, tapi hanya terbatas pada milik istrinya saja bukan milik orang lain.

"Misalnya seorang suami yang membawa pakaian dalam istrinya saatnya bepergian jauh ya karena dia nggak bisa melakukan hubungan seksual dengan istrinya," jelas dr. Andri dikutip Suara.com melalui kanal Youtube Andri Psikosomatik, Jumat (31/7/2020).

Melalui celana dalam istrinya itu, suami lantas bisa mendapatkan kepuasan seksual dengan melakukan masturbasi, bisa dibantu dengan melakukan video call dengan istrinya. 

Umumnya pasangan tidak merasa terganggu dengan perilaku suami seperti itu.

Dan meski hasrat fantasi seks terbatas hanya pada benda milik pasangan dan tidak menganggu aspek sosial lainnya, tetap saja hal tersebut masuk kategori fetish.

"Apakah itu merupakan perilaku fetish? Iya. Tapi apakah ini merupakan merupakan suatu gangguan fetish? Tidak, karena sebenarnya tidak mengganggu kehidupan pribadi sosial dari orang tersebut," paparnya.

baca juga

Kategori fetish yang menganggu bisa menimbulkan keresehan di masyarakat, menganggu pola hidupnya baik saat bekerja atau saat menjalin hubungan dengan orang lain.

Misalnya timbulnya perilaku menimbun atau mencuri celana dalam dan bra perempuan dari jemuran tetangga.

Hal tersebut bisa dianggap fetish disorder atau dipandang sebagai masalah ketika perilaku tidak lazim menimbulkan gangguan pada orang lain atau menimbulkan aspek lain.

"Itu kalau dia sudah mengganggu makanya di DSM-5 (Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition) dikatakan adanya istilah fetish disorder atau gangguan fetish. Jadi kalau dia tidak mengganggu itu dianggap tidak fetish disorder," jelasnya. 

Statistical Manual of Mental Disorders adalah tolok ukur atau alat pedoman diagnosis gangguan kejiwaan di Amerika Serika untuk mencari tahu lebih jauh gangguan kejiwaan yang dialami seseorang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramai Fetish Kain Jarik, Psikiater Sebut Fetish Lebih Banyak Dialami Lelaki

Ramai Fetish Kain Jarik, Psikiater Sebut Fetish Lebih Banyak Dialami Lelaki

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2020 | 10:27 WIB

Fetish Kain Jarik Viral, 5 Benda Ini Juga Sering Jadi Objek Fetish

Fetish Kain Jarik Viral, 5 Benda Ini Juga Sering Jadi Objek Fetish

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2020 | 09:03 WIB

Arti Fetish Kain Jarik dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Arti Fetish Kain Jarik dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Kamis, 30 Juli 2020 | 20:59 WIB

Terkini

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:54 WIB

Kejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Nikel, Sita Uang Rp11,8 Miliar

Kejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Nikel, Sita Uang Rp11,8 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:53 WIB

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:43 WIB

Foto Jokowi Rapikan Berkas di Lantai Viral: Ajudan Sampai Mohon Maaf, Netizen Sindir Tajam

Foto Jokowi Rapikan Berkas di Lantai Viral: Ajudan Sampai Mohon Maaf, Netizen Sindir Tajam

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:42 WIB

Detik-Detik Menegangkan: Bandar Sabu 1,5 Kg di Kalsel Dilumpuhkan Usai Mau Tusuk Polisi

Detik-Detik Menegangkan: Bandar Sabu 1,5 Kg di Kalsel Dilumpuhkan Usai Mau Tusuk Polisi

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:38 WIB

Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus

Berikan Akses Pendidikan Berkualitas, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Khusus

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

Cegah Disinformasi, UNESCO Perkuat Penggunaan AI yang Etis bagi Kreator Konten

Cegah Disinformasi, UNESCO Perkuat Penggunaan AI yang Etis bagi Kreator Konten

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi

Sejak SD Jadi Korban Pelecehan Ayah Tiri, Remaja di Sungkai Barat Akhirnya Speak Up ke Polisi

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 16:37 WIB

×