Array

Psikiater Ungkap Sebab Seseorang Miliki Kelainan Seksual Fetish Disorder

Jum'at, 31 Juli 2020 | 17:19 WIB
Psikiater Ungkap Sebab Seseorang Miliki Kelainan Seksual Fetish Disorder
Fetish Kain Jarik. (Twitter)

Suara.com - Istilah fetish saat ini tengah ramai jadi pembicaraan di media sosial setelah seorang warganet membongkar bahwa dirinya telah menjadi korban predator fetish kain jarik.

Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Andri, Sp.KJ, FAPM menjelaskan penyebab seseorang memiliki perilaku fetish adalah adanya gangguan kejiwaan seperti depresi

"Misalnya biasanya, apakah dia mengalami gangguan depresi? Jadi penelitian mengatakan bahwa fetish dan kelainan seksual lainnya. Parafilia ini banyak dialami oleh orang-orang yang mengalami depresi," ujar dr. Andri melalui kanal youtubenya Andri Psikosomatik, Jumat (31/7/2020).

Parafilia adalah sejenis gangguan kelainanan perilaku seksual yang tak lazim atau di luar norma kebiasaan.

Biasanya mereka mendapatkan kepuasan seksual bukan dari aktivitas hubungan intim dengan lawan jenis, melainkan melalui berfantasi dengan benda mati, nonton video porno, hingga perilaku mengintip.

Nah, hasil penelitian menemukan kebanyakan mereka yang mengalami parafilia kategori fetish karena orang tersebut cenderung mengalami depresi, atau rasa percaya diri yang rendah.

Misalnya karena tidak percaya diri berhadapan dengan perempuan, maka ia menyalurkan hasrat seksualnya melalui benda mati, mengintip, hingga menonton video porno sambil berfantasi.

"Dari situ dia mendapatkan kepuasan seksual, karena dia sendiri takut untuk berhadapan langsung dengan perempuan," tuturnya.

Melihat video porno juga disebut dr. Andri bisa memicu hasrat parafilia kategori fetish, karena dari film tersebut sering dipertontonkan adegan atau gaya seks parafilia untuk mendapat kepuasan dengan kekerasan, didokumentasikan, hingga penyiksaan terhadap pelaku.

Baca Juga: Belum Terima Laporan Korban Gilang, Polda Jatim Selidiki Kasus Fetish

"Nah jadi ini kita perlu untuk perhatikan juga di dalam praktiknya, bukan hanya pada perilaku seksual yang menyimpang, tapi juga pada dasar mengapa dia mengalami gangguan kejiwaan," paparnya.

Lebih lanjut dokter yang berpraktik Rumah Sakit Omni Alam Sutra ini menyebutkan pada dasarnya setiap orang kerap memiliki dorongan fantasi sesksual.

Tapi beberapa orang mampu menekan hasrat tersebut dan menyudahinya agar tidak berulang terus menerus.

"Apalagi kalau misalnya dorongan seksualnya masih bisa dikendalikan oleh si orang tersebut, dan mempunyai cara untuk stop, itu dengan cara mengurangi dan bahkan tidak mendapatkan stimulasi dari yang lainnya," tutupnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI