Ilmuwan Hong Kong Ungkap Virus Corona Covid-19 Dibuat di Laboratorium China

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 03 Agustus 2020 | 09:51 WIB
Ilmuwan Hong Kong Ungkap Virus Corona Covid-19 Dibuat di Laboratorium China
Ilustrasi laboratorium. (Pixabay)

Suara.com - Sejak awal, virus corona Covid-19 sudah dicurigai berasal dari laboratorium China tetapi belum ada bukti kuat. Kini, seorang ilmuwan pun berusaha mengungkap hal tersebut.

Dr Li-Meng Yan, seorang spesialis virologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong ini melarikan diri ke Amerika Serikat karena sejumlah alasan. Salah satunya ia tak bisa bebas mengungkap informasi mengenai virus corona Covid-19 tersebut.

Dr Li-Meng Yan menjelaskan bahwa virus corona Covid-19 diciptakan di laboratorium yang terhubung dengan Tentara Pembebasan Rakyat. Namun, Beijing membantah tuduhan tersebut.

"Pada waktu itu, saya dengan jelas menilai bahwa virus itu berasal dari laboratorium militer Partai Komunis China. Sedangkan, pasar basah Wuhan hanya digunakan sebagai umpan," kata Dr Li-Meng Yan dikutip dari Express.

Saat ia berusaha melaporkan informasi tersebut, atasan mengatakan bahwa temuannya tidak masuk akal, tidak dianggap serius dan dibiarkan.

Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki di laboratorium. [Shutterstock]

Pada titik itu, ia mengklaim bahwa  mustahil baginya untuk melaporkan dan mengungkapkan penemuannya itu ke tingkat tinggi Partai Komunis. 

"Saya tahu bahwa begitu saya berbicara, saya bisa menghilang kapan saja, sama seperti semua orang yang berani protes di Hong Kong. Aku bisa menghilang kapan saja. Bahkan namaku tidak akan ada lagi," tuturnya.

Dr Li-Meng Yan pun mengklaim bahwa itu adalah tanggung jawabnya untuk memberikan informasi seputar virus corona Covid-19 sebelum menghilang.

Dr Li-Meng Yan mengatakan bahwa ia telah dibesarkan dan dididik di bawah rezim Partai Komunis dan tahu hal-hal yang akan dilakukan pemerintah China. Tetapi, Dr Ling tidak berani mengungkapnya di depan publik.

baca juga

Ahli virologi berjanji bahwa dia akan terus mengatakan yang sebenarnya tentang rezim Bejing dan pandemi virus corona Covid-19.

Harapannya, informasi yang disampaikan bisa mempercepat pemahaman dunia luar tentang rezim dan membantu orang-orang China untuk menggulingkannya.

Sebelum mengungkap hal itu, Dr Li-Meng Yan melarikan diri ke Amerika pada bulan April 2020 dari Hong Kong, karena khawatir akan keselamatannya.

Dr Li-Meng Yan memilih untuk melarikan diri, setelah tahu cara otoritas China memperlakukan pelapor untuk menyembunyikan epidemi. Dr Li-Meng Yan menekankan bahwa pelarian itu bertujuan untuk menyampaikan pesan kebenaran mengenai Covid-19 kepada publik.

Dr Li-Meng Yan mengatakan bahwa dirinya salah satu ilmuwan pertama di dunia yang mempelajari virus corona di Wuhan. Ia diminta oleh atasannya di laboratorium rujukan Universitas/WHO, Dr. Leo Poon untuk melihat virus aneh yang mirip SARS terjadi di Wuhan pada akhir Desember 2019.

Ahli virologi itu mengatakan bahwa pemerintah China menolak untuk membiarkan para ahli di luar negeri, termasuk yang di Hong Kong melakukan penelitian di China.

"Jadi aku mencari tahu dari teman-temanku untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," tuturnya.

Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi Tes Covid-19. (Shutterstock)

Setelah mempresentasikan temuannya, Dr Li-Meng Yan mengklaim bahwa atasannya menyarankannya untuk melanjutkan penyelidikan, tetapi ia disarankan tetap diam dan hati-hati.

Menanggapi klaim tersebut, juru bicara Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong mengatakan bahwa Dr Li-Meng Yan saat ini bukan karyawan.

"Dr Li-Meng Yan tidak lagi menjadi anggota staf Universitas. Karena, menghormati karyawan kami yang sekarang sudah tidak bekerja di sini. Jadi, kami tidak bisa mengungkapkan informasi pribadi tentang dia," jelas juru bicara Sekolah Kesehatan Masyarakat Hong Kong.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes Minta Anji Tanggung Jawab Terkait Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto

Kemenkes Minta Anji Tanggung Jawab Terkait Klaim Obat Covid-19 Hadi Pranoto

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 09:26 WIB

Tanpa Gejala, Tiga Anggota DPRD Kabupaten Belitung Positif Covid-19

Tanpa Gejala, Tiga Anggota DPRD Kabupaten Belitung Positif Covid-19

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 09:15 WIB

Klaim Temukan Obat Covid-19, Yurianto Ragukan Gelar Profesor Hadi Pranoto

Klaim Temukan Obat Covid-19, Yurianto Ragukan Gelar Profesor Hadi Pranoto

News | Senin, 03 Agustus 2020 | 09:01 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×