Pasien Covid-19 Asimptomatik Miliki Jumlah Virus Sama dengan yang Bergejala

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:26 WIB
Pasien Covid-19 Asimptomatik Miliki Jumlah Virus Sama dengan yang Bergejala
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Pasien Covid-19 asimptomatik atau tanpa gejala bisa memiliki jumlah virus sama dengan mereka yang begejala. Hal ini dilaporkan dalam sebuah studi dari para peneliti Korea Selatan yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine.

Melansir dari CNN, para peneliti memeriksa 303 pasien Covid-19 yang diisolasi pada bulan maret di pusat perawatan masyarakat Korea Selatan. Kebanyakan peserta penelitian berusia dewasa muda dengan rata-rata umur 25 tahun. 

Sekitar 193 pasien dalam penelitian ini memiliki gejala, sementara 110 pasien lainnya tidak memiliki gejala. Di antara pasien tidak bergejala hanya 19,1 persen yang kemudian memiliki gejala selama masa isolasi sedangkan 80,9 persen lainnya tetap tidak memiliki gejala selama rata-rata 24 hari masa perawatan. 

Pada studi ini, para peneliti melakukan pengujian melalui swab hidung dan tenggorokan untuk mengamati viral load virus corona atau beban virus pada pasien. Hasilnya menunjukkan bahwa viral load virus pada pasien tanpa gejala sama dengan pasien bergejala. 

Selain itu, penurunan jumlah virus pada pasien tanpa gejala juga lebih lambat daripada orang yang bergejala.

“Meskipun viral load virus tinggi pada pasien tanpa gejala memungkinkan tingkat risiko penularan, penelitian kami tidak dirancang untuk melihat kecepatan penularan,” catata para peneliti.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Menurut penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa penularan melalui orang tanpa gejala atau pra-gejala mungkin menjadi pendorong utama penyebaran Covid-19.

"Ada orang tanpa gejala yang menyebarkan virus. Sulit untuk mengidentifikasi, isolasi, dan pelacakan kontak," kata direktur Institut Alergi Nasional dan Penyakit Menular Amerika Serikat, Anthony Fauci. 

"Itu membuat virus jauh lebih sulit untuk ditekan," tambahnya. 

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan karena minimnya jumlah peserta penelitian. Selain itu, studi ini juga tidak menunjukkan seberapa menularnya seseorang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat! Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Khusus untuk Warga Bandung Raya

Catat! Uji Klinis Vaksin Corona Sinovac Khusus untuk Warga Bandung Raya

Jabar | Minggu, 09 Agustus 2020 | 10:12 WIB

Singapura Siap Uji Coba Antibodi Covid-19

Singapura Siap Uji Coba Antibodi Covid-19

Jogja | Minggu, 09 Agustus 2020 | 07:26 WIB

Studi: Virus Flu Biasa Bisa Latih Tubuh Lawan Covid-19

Studi: Virus Flu Biasa Bisa Latih Tubuh Lawan Covid-19

Tekno | Minggu, 09 Agustus 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB