Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22 WIB
Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?
Putri Mako, anak Kaisar Jepang (DW)
baca 10 detik
  • Parlemen Jepang mengesahkan revisi undang-undang suksesi yang tetap menutup peluang bagi kaisar perempuan.

  • Aturan baru mengizinkan adopsi kerabat laki-laki demi menjaga garis keturunan pria keluarga kekaisaran.

  • Mayoritas publik Jepang mendukung Putri Aiko, namun pemerintah memilih mempertahankan tradisi konservatif kekaisaran.

Suara.com - Parlemen Jepang mengesahkan perubahan historis pada Undang-Undang Keluarga Kekaisaran untuk mengatasi ancaman krisis pewaris takhta di masa depan.

Langkah hukum ini secara tegas mempertahankan aturan lama yang mensyaratkan hanya pria dari garis keturunan ayah yang berhak menduduki takhta.

Langkah ini membentangkan tembok tebal bagi Putri Aiko, putri tunggal Kaisar Naruhito, untuk memimpin Kekaisaran Jepang.

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako, foto diambila pada Rabu (12/2/2020). ANTARA/via REUTERS/Imperial Household Agency of Jap/am.
Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako, foto diambila pada Rabu (12/2/2020). ANTARA/via REUTERS/Imperial Household Agency of Jap/am.

Padahal, opsi mengadopsi keluarga jauh keturunan laki-laki kini dihidupkan kembali demi menjaga tradisi suksesi patronase tersebut.

Aturan anyar ini menjadi tanda bahwa struktur kekaisaran lebih memilih memanggil kembali darah laki-laki keturunan perang ketimbang membuka jalan bagi kepemimpinan perempuan.

Revisi regulasi ini mengizinkan pria dari cabang keluarga kekaisaran yang kehilangan status pasca-Perang Dunia II untuk masuk kembali ke lingkar istana.

Mekanisme tersebut dilakukan lewat jalur adopsi bagi kerabat laki-laki yang telah menginjak usia minimal 15 tahun.

Diulang DW Jerman, meski pria yang diadopsi tidak mendapat hak takhta secara langsung, anak laki-laki mereka kelak otomatis masuk dalam daftar calon kaisar.

Melalui skema ini, posisi perempuan di dalam takhta kekaisaran dipastikan tetap terpinggirkan dari garis suksesi.

baca juga

Saat ini, garis penerus Kaisar Naruhito yang berusia 66 tahun hanya bergantung pada tiga orang kerabat pria.

Mereka adalah Putra Mahkota Akishino (60), Pangeran Hisahito (19), serta paman kaisar, Pangeran Hitachi (90).

Pengesahan undang-undang ini memperlihatkan jarak yang makin lebar antara regulasi istana dan kehendak masyarakat umum.

Hasil survei Mainichi Shimbun pada Juni 2026 mencatat 73 persen publik Jepang sejatinya mendukung hadirnya kaisar perempuan.

Dalam jajak pendapat tersebut, sebanyak 40 persen responden menyetujui kaisar perempuan sekaligus suksesi dari garis keturunan perempuan.

Sementara itu, hanya 6 persen warga yang secara tegas menolak ide kepemimpinan perempuan di takhta Takamikura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama

5 Kota di Jepang yang Cocok untuk Perjalanan Pertama

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:38 WIB

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Review Golden Kamuy: Konflik Berdarah Para Narapidana Kelas Kakap di Jepang

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:30 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Terkini

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB

×