Benarkah Anak Lebih Kebal Covid-19 daripada Orang Dewasa? Begini Kata Ahli

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 09 Agustus 2020 | 15:09 WIB
Benarkah Anak Lebih Kebal Covid-19 daripada Orang Dewasa? Begini Kata Ahli
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

Suara.com - Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal JAMA menyatakan alasan mengapa anak-anak lebih kecil kemungkinannya terkena virus corona daripada orang dewasa. Menurut mereka, kondisi tersebut karena anak-anak memiliki tingkat ekspresi gen ACE2 yang lebih rendah daripada orang dewasa.

Enzim ACE2 atau angiotensin-converting enzyme 2 adalah ekspresi gen dari reseptor sel tertentu yang digunakan virus corona sebagai jalan untuk memasuki sel manusia. 

"ACE2 diketahui ada di saluran napas, ginjal, jantung, dan usus kita," kata penulis utama Dr. Supinda Bunyavanich seperti yang dikutip Fox News.

ACE2 biasanya dikenal karena perannya dalam mengatur tekanan darah. "Saluran hidung biasanya merupakan titik kontak pertama untuk SARS-CoV-2 dan tubuh manusia," tambahya. 

Para peneliti di Rumah Sakit Mount Sinai di New York menganalisis retrospektif yang melibatkan pemeriksaan jaringan saluran hidung dari 305 pasien berusia 4 hingga 60 tahun. Hasilnya, mereka menemukan bahwa anak-anak memiliki tingkat ekspresi gen ACE2 yang lebih rendah daripada orang dewasa.

“Virus corona menggunakan ACE2 untuk memasuki tubuh manusia, ini jadi tempat penyebarannya,” kata Bunyavanich yang juga seorang profesor genetika, ilmu genomik dan pediatri di Icahn School of Medicine di Mount Sinai. 

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Timnya mengatakan bahwa ekspresi ACE2 mungkin terkait dengan kerentanan seseorang untuk tertular virus corona baru. Para peneliti menemukan bahwa tingkat ekspresi ACE2 lebih rendah di saluran hidung anak-anak yang lebih kecil. 

Sementara tingkat ACE2 ini meningkat seiring bertambahnya usia hingga dewasa. Sejauh ini anak-anak yang terinfeksi Covid-19 masih berkisar 2 persen dari jumlah seluruh kasus di dunia. 

"Ini mungkin menjelaskan mengapa sebagian besar anak-anak terhindar dari pandemi,” tambahnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelecehan dan Intimidasi, Teror Waria di Semarang saat Pandemi Covid-19

Pelecehan dan Intimidasi, Teror Waria di Semarang saat Pandemi Covid-19

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2020 | 14:48 WIB

KSAD Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, DPR Bilang Begini

KSAD Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, DPR Bilang Begini

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 14:01 WIB

Cegah Covid-19, Tunawisma di New York Dapat Fasilitas Hotel Gratis

Cegah Covid-19, Tunawisma di New York Dapat Fasilitas Hotel Gratis

News | Minggu, 09 Agustus 2020 | 14:14 WIB

Terkini

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

×