Array

Vagina Terlalu Becek Bikin Engga Nyaman Hingga Risiko Infeksi, Benarkah?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 12 Agustus 2020 | 21:45 WIB
Vagina Terlalu Becek Bikin Engga Nyaman Hingga Risiko Infeksi, Benarkah?
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Belakangan di Twitter ramai pembasan terkait vagina yang terlalu basah atau becek. Bahasan itu muncul, stelah Cardi B dan Megan Thee Stallion merilis WAP (Wet-Ass Pussy), komentator sayap kanan Ben Shapiro mengisyaratkan bahwa jika vagina seseorang terlalu basah itu kemungkinan merupakan tanda dan IMS atau infeksi.

Sayangnya, edukasi soal kesehatan reproduksi di masyarakat memang cukup rendah. Tapi, benarkah ada istilah untuk vagina terlalu basah dan risiko infeksi menular seksual yang ditimbulkannya?

Dilansir dari Metro UK, vagina menghasilkan cairan yang berbeda, dengan keputihan menjadi yang utama. Ini akan menjadi lebih kental pada beberapa orang, dan berbau serta terlihat sedikit berbeda dari orang ke orang (dan pada waktu yang berbeda selama siklus Anda).

Kotoran ini membantu membersihkan dan mengatur vagina Anda, menjaganya tetap lembab dan bebas dari infeksi. Tidak ada yang namanya 'terlalu banyak', tetapi jika Anda mulai memproduksi lebih banyak dari standar untuk Anda untuk waktu yang lama, dan itu mengubah tekstur, warna, atau bau, temui dokter Anda.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Dalam hal seberapa basah Anda saat berhubungan seks, ini adalah pelumasan yang dihasilkan dari kelenjar Bartholin dan kelenjar Skene (masing-masing terletak di bukaan vagina dan uretra) sebagai respons terhadap peningkatan aliran darah di area tersebut.

Cairan gairah ini dirancang untuk membuat segalanya lebih licin untuk memungkinkan agar seks terjadi, tetapi orang yang berbeda memiliki tingkat cairan gairah yang berbeda dan itu tidak selalu menjadi indikator seberapa terangsang Anda.

Lainnya 'squirt' yang merupakan semburan cairan yang terjadi selama orgasme dan diperkirakan berasal dari kelenjar Skene dan menjadi zat yang lebih jernih dan lebih berair.

Jika Anda merasa Anda tidak cukup dilumasi agar seks terasa nyaman, itu mungkin karena sejumlah faktor. Dalam jangka pendek bisa diatasi dengan pelumas atau lebih banyak pemanasan, dan dalam jangka panjang ada baiknya mengobrol dengan dokter umum Anda untuk melihat apa penyebab yang mendasari.

Dalam hal apakah Anda bisa 'terlalu' basah saat berhubungan seks, ini lagi lebih dari masalah seberapa nyaman Anda. Beberapa orang menemukan bahwa, saat basah, tingkat gesekan yang mereka rasakan dari penetrasi berkurang.

Baca Juga: Foto Telanjang Hingga Masturbasi: Saran Pakar untuk Jaga Kesehatan Seksual

Jika itu masalahnya, kain katun lembut atau lap sesering mungkin bisa bermanfaat. Jika ini lebih merupakan masalah kesadaran diri, cobalah yang terbaik untuk melihat bahwa itu adalah aspek alami dari seks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI