Daftar Negara Terburuk untuk Membangun Rumah Tangga, Indonesia Termasuk?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Daftar Negara Terburuk untuk Membangun Rumah Tangga, Indonesia Termasuk?
Ilustrasi keluarga (shutterstock)

Berikut hasil sebuah survei negara-negara yang dinilai terburuk untuk membangun keluarga.

Suara.com - Sebagian besar dari kita tentu ingin memiliki keluarga pada suatu hari nanti. Di sisi lain, lingkungan tempat kita tinggal bisa menjadi faktor yang membantu kesejahteraan rumah tangga.

Menurut sebuah penelitian yang dikumpulkan oleh parenting blogger Asher & Lyric, Amerika Serikat bukanlah tempat terbaik untuk membangun rumah tangga, baik selama pandemi Covid-19 atau tidak.

Faktanya, dilansir Business Insider, Indonesia termasuk salah satu negara terburuk dalam membangun keluarga, terutama karena tingginya biaya perawatan anak dan jumlah penembakan di sekolah menengah atas per kapita.

Faktor-faktor yang memengaruhi penilaian ini adalah:

  • Keamanan (tingkat pembunuhan, jumlah penembakan di sekolah per kapita)
  • Biaya (persentase dari pendapatan bersih yang digunakan untuk biaya perawatan anak, dari biaya perawatan kesehatan)
Ilustrasi keluarga menginap di hotel. (Shutterstock)
Ilustrasi keluarga (Shutterstock)
  • Kebahagiaan (survei World Happiness Report, skor ketidaksetaraan dalam indeks GINI yang diperingkat oleh Bank Dunia)
  • Kesehatan (angka kematian ibu, persentase populasi yang terpapar polusi udara di atas batas WHO)
  • Pendidikan (tingkat pendaftaran sekolah, kinerja membaca dan matematika anak usia 15 tahun)
  • Waktu (jam rata-rata orang dewasa bekerja per tahun sebagaimana dikumpulkan oleh OECD, cuti melahirkan dan cuti ayah yang dibayar)

Iniah yang mereka temukan, peringkat negara yang paling buruk untuk membangun rumah tangga:

1. Meksiko

  • Tingkat pembunuhan per 100.000 orang: 3,41
  • Persentase pendapatan rumah tangga yang digunakan untuk biaya pengasuhan anak: n/a (tidak tersedia)
  • Skor ketimpangan menurut indeks GINI (dengan 63 sebagai yang tertinggi): 48,2
  • Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup: 38
  • Kinerja membaca rata-rata untuk anak usia 15 tahun yang diperingkat oleh OECD (dengan 538 adalah yang tertinggi): 420

2. Amerika Serikat

  • Tingkat pembunuhan per 100.000 orang: 6.12
  • Persentase pendapatan rumah tangga yang digunakan untuk biaya pengasuhan anak: 23%
  • Skor ketimpangan menurut indeks GINI (dengan 63 sebagai yang tertinggi): 45
  • Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup: 14
  • Kinerja membaca rata-rata untuk anak usia 15 tahun yang diberi peringkat oleh OECD (dengan 538 sebagai yang tertinggi): 505

3. Chili

  • Tingkat pembunuhan per 100.000 orang: 4,46
  • Persentase pendapatan rumah tangga yang digunakan untuk biaya pengasuhan anak: n/a (tidak tersedia)
  • Skor ketimpangan menurut indeks GINI (dengan 63 sebagai yang tertinggi): 50,5
  • Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup: 22
  • Kinerja membaca rata-rata untuk anak usia 15 tahun yang diperingkat oleh OECD (dengan 538 adalah yang tertinggi): 452
Ilustrasi keluarga bahagia. (Shutterstock)
Ilustrasi keluarga bahagia. (Shutterstock)

4. Turki

  • Tingkat pembunuhan per 100.000 orang: 2,12
  • Persentase pendapatan rumah tangga yang digunakan untuk biaya pengasuhan anak: 3%
  • Skor ketimpangan menurut indeks GINI (dengan 63 sebagai yang tertinggi): 40,2
  • Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup: 16
  • Kinerja membaca rata-rata untuk anak usia 15 tahun yang diperingkat oleh OECD (dengan 538 adalah yang tertinggi): 466

5. Bulgaria

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS