Menyorot 7 Risiko yang Mengancam Anak Saat Pandemi Covid-19, Apa Saja?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 20 Agustus 2020 | 05:33 WIB
Menyorot 7 Risiko yang Mengancam Anak Saat Pandemi Covid-19, Apa Saja?
Ilustrasi anak terkena dampak pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Dampak pandemi Covid-19 bisa dialami oleh siapapun, termasuk anak-anak. Yayasan Sayangi Tunas Cilik menyoroti ada 7 risiko yang mengancam anak saat pandemi.

"Melalui kampanye gerakan #PulihBersama, Save The Children menginformasikan kepada publik 7 risiko beserta 7 aksi yang bertujuan memastikan bahwa anak-anak dan keluarga dapat bertahan dari situasi yang sulit di masa pandemi ini," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina Yayasan Terangi Tunas Cilik, Dewi Soeharto, Rabu (19/8/2020).

Tidak hanya terancam secara kesehatan, anak-anak juga mendapat ancaman dari perubahan iklim pada kehidupan, khususnya mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Dalam satu pekan terakhir saja kita mendengar berbagai kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia, seperti erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir di beberapa daerah, gempa bumi yang terjadi di Sumba Barat Daya, serta kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur," jelas Dewi.

Berdasarkan data BNPB, Dewi mendapat informasi selama pandemi periode April hingga Juni, tercatat ada 734 kejadian bencana alam. Jika dirata-rata, maka terdapat 8 kejadian bencana per hari selama 3 bulan. Populasi yang terpapar oleh berbagai ancaman bencana di Indonesia adalah 33 persen merupakan anak-anak.

"Survei Save The Children menunjukkan bahwa satu dari 2 anak tidak mengetahui cara menyelamatkan diri jika terjadi bencana, termasuk karakteristik penyebaran Covid-19," ungkap Dewi.

Data ini menunjukkan anak merupakan kelompok yang paling rentan saat terjadi bencana. Hal ini diperparah dengan fakta 90 persen bencana alam berhubungan dengan perubahan iklim, yang saat ini terjadi memperburuk dampak dari bencana alam tersebut.

Lalu, apa saja 7 risiko yang dihadapi anak saat terjadi bencana alam dan non-alam seperti pandemi ini?

Pertama, anak-anak yang berisiko terlantar karena orangtua harus diisolasi, atau bahkan berisiko kehilangan orangtua karena Covid-19.

baca juga

Kedua, anak-anak yang orangtuanya kehilangan penghasilan atau pekerjaan karena Covid-19.

Ketiga, anak-anak yang sulit atau bahkan tidak bisa mengakses pendidikan yang berkualitas.

Keempat, anak-anak yang mengalami kekerasan dan eksploitasi.

Kelima, anak-anak yang terinfeksi Covid-19 dan tidak bisa mengakses layanan kesehatan dan nutrisi.

Keenam, anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana atau terdampak bencana alam.

Ketujuh, anak-anak disabilitas yang memiliki risiko lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama Pandemi Covid-19, Ortu Diminta Cari Tahu Gaya Belajar Anak

Selama Pandemi Covid-19, Ortu Diminta Cari Tahu Gaya Belajar Anak

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 22:33 WIB

Eks Menkes Nila Moeloek Sebut Pandemi Bukan Cuma Masalah Kesehatan

Eks Menkes Nila Moeloek Sebut Pandemi Bukan Cuma Masalah Kesehatan

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2020 | 20:04 WIB

Patut Dicontoh, 3 Langkah Korea Selatan dalam Menangani Pandemi Covid-19

Patut Dicontoh, 3 Langkah Korea Selatan dalam Menangani Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 20:43 WIB

Terkini

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Sisi Gelap Tren Thrifting: Niat Kurangi Limbah, Malah Nimbun Baju Bekas

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Jennifer Bachdim Jelang 40 Tahun, Kulit Terawat dan Pesona Elegannya di JFW 2027 Mencuri Perhatian

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Viral Ditonton 30 Juta Kali, Nadia Omara KHW Part 400 Bahas Apa? Ini Link Nontonnya

Entertainment | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Ribuan Massa Kepung Bundaran HI, Lima Tuntutan Dibawa dalam Aksi #IndonesiaSadar

Foto | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:51 WIB

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

5 Serum Vitamin C Lokal untuk Mencerahkan Kulit Kusam

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

Pemerintah Hormati Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Tangani Isu Lingkungan hingga HAM

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

Peringatan Sumpah Pemuda di Yogyakarta Memanas, Terdengar Sejumlah Suara Petasan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:48 WIB

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Audiensi Aliansi Jogja Memanggil dan Pemda DIY Buntu, Tuntutan Upah Layak Tak Dijawab Tegas

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Pencabutan Bea Keluar Ekspor Emas Hanya Rumor Belaka

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:42 WIB

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

PEVC 2026 Dorong Indonesia Jadi Pemain Utama Ekosistem Kendaraan Listrik

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB

×