Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa

Cesar Uji Tawakal

Minggu, 13 September 2026 | 11:25 WIB
Amerika Serikat Mulai Krisis Oli Mesin: Harga Melonjak Tajam hingga Dijatah di Ritel Raksasa
ilustrasi oli mesin. (Freepik)
baca 10 detik

Amerika Serikat mulai mengalami krisis oli mesin akibat gangguan pasokan minyak global dan keterlibatan konflik di Timur Tengah. Kondisi ini memicu lonjakan harga pelumas hingga dua kali lipat dan memaksa ritel raksasa seperti Costco meluncurkan kebijakan pembatasan pembelian. Selain itu, produsen otomotif seperti Nissan turut menjatah pasokan oli ke diler demi menjaga ketersediaan barang.

Fenomena Penjatahan dan Lonjakan Harga Oli Mesin di Amerika Serikat

Suara.com - Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kelancaran rantai pasok minyak mentah mulai memicu kelangkaan oli mesin di pasar Amerika Serikat.

Laporan The Drive memaparkan bahwa dampak krisis pasokan ini terlihat nyata. Pada jaringan ritel besar seperti Costco yang terpaksa membatasi jumlah pembelian oli mesin bagi para anggotanya.

Produk oli sintetis penuh Kirkland Signature ukuran 10 kuart (sekitar 9,5 liter) yang dahulu dijual seharga 30 Dolar AS (sekitar Rp527.550) kini melonjak drastis hingga mencapai 58 Dolar AS (sekitar Rp1.019.930).

Ritel tersebut membatasi pembelian oli merek sendiri maksimal dua unit per pelanggan setiap minggunya.

Sementara itu, untuk merek Mobil 1 ukuran enam kuart yang dijual seharga 44 Dolar AS (sekitar Rp773.740), Costco memberlakukan batas maksimal lima unit per anggota.

Langkah akumulasi pencegahan juga diambil oleh produsen kendaraan di Amerika Serikat. Nissan Motor telah mengirimkan memo internal kepada jaringan diler resminya untuk menerapkan kebijakan penjatahan minyak guna memastikan pasokan tetap terdistribusi secara merata.

Juru bicara Nissan menyampaikan bahwa pihak pabrikan sedang berkoordinasi intensif dengan para mitra pemasok untuk menemukan sumber pasokan tambahan.

Penyebab Utama Kelangkaan Pasokan dan Dinamika Industri Pelumas

Mobil1 Hadirkan Pelumas Khusus Mobil Hybrid. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta))
Oli mesin Mobil1. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta))

Krisis pelumas kendaraan di Amerika Serikat dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik, ekonomi pengolahan kilang, serta biaya regulasi industri.

Secara ekonomi, oli mesin pada dasarnya diproduksi dari barel minyak mentah yang sama dengan bahan bakar bensin dan diesel.

baca juga

Saat ketersediaan stok global menyusut akibat Amerika Serikat memerangi Iran, fasilitas kilang pengolahan minyak (refinery) lebih memilih memprioritaskan pengolahan minyak mentah menjadi bensin karena menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan oli mesin.

Di sisi teknis, formulasi kimia oli mesin modern memerlukan standar presisi tinggi untuk mengimbangi kinerja mesin berukuran kecil yang dorongan tenaganya makin besar.

Standar ketat dari American Petroleum Institute (API, yaitu lembaga penyusun standar kualitas pelumas di AS) serta skema lisensi khusus seperti sertifikasi Dexos dari General Motors (GM) turut membebani struktur biaya.

Setiap produsen oli yang ingin mencantumkan label persetujuan Dexos di kemasannya diwajibkan membayar dua jenis biaya lisensi kepada GM, yakni biaya per jenis produk dan biaya per unit yang terjual.

Menghadapi situasi sulit ini, asosiasi pelumas di Amerika Serikat mengimbau masyarakat untuk mengubah kebiasaan lama dalam perawatan kendaraan harian.

Para pemilik mobil disarankan tidak perlu lagi rutin mengganti oli mesin setiap 3.000 hingga 5.000 mil (sekitar 4.800 hingga 8.000 kilometer) seperti yang umum dilakukan di masa lalu.

Menurut pakar industri Alfano, kualitas formulasi oli mesin modern saat ini sudah jauh lebih tinggi sehingga memiliki daya tahan yang jauh lebih lama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Mengapa Amerika Serikat mulai mengalami krisis oli mesin? A: Krisis ini dipicu oleh gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah serta keputusan kilang minyak yang lebih memprioritaskan produksi bensin ketimbang oli mesin.

Q: Berapa pembatasan pembelian oli mesin yang diberlakukan ritel di AS? A: Ritel Costco membatasi pembelian oli sintetis merek Kirkland maksimal 2 unit per pelanggan per minggu dan merek Mobil 1 maksimal 5 unit per anggota.

Q: Apakah pemilik mobil di AS masih harus sering mengganti oli mesin saat krisis? A: Asosiasi pelumas AS mengimbau pemilik kendaraan tidak perlu mengganti oli setiap 3.000–5.000 mil karena formulasi oli modern memiliki kualitas tinggi dan daya tahan lebih panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Arab Saudi Tutup Pipa Minyak Utama, Pasokan Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Dekade

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 07:53 WIB

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

Iran dan Negara Arab Resmi Rancang Koridor Jalur Pelayaran Baru Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:05 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Terkini

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

Karhutla 2026 Lepaskan Jutaan Ton Karbon, Apa Dampaknya bagi Target Iklim Indonesia?

News | Senin, 14 September 2026 | 11:29 WIB

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

Ibam Unggah Arsip Rahasia di X, Pengacara: Bukan Ancaman untuk Proses Hukum

News | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

9 Cara agar Nasi Tahan Lama di Rice Cooker, Hindari Buka Tutup Terlalu Sering

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:25 WIB

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

Prajurit TNI AU Diduga Tewas Dianiaya Senior, DPR Desak Kasus Diusut Tuntas

News | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Persija Bungkam Persib di SUGBK, Shayne Pattynama Malah Kecewa Berat

Bola | Senin, 14 September 2026 | 11:24 WIB

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

7 Pilihan HP Warna Pink di Bawah Rp5 Juta, Performa Stabil dan Desain Stylish

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 11:22 WIB

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

Arab Saudi Luncurkan 50 Serangan Gempur Yaman Usai Houthi Bom Pangkalan Udara Sharurah

News | Senin, 14 September 2026 | 11:21 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Buruk, Siswa Pulang Lebih Awal

Riau | Senin, 14 September 2026 | 11:20 WIB

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Meditasi dan Mindfulness Apakah Sama? Begini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:19 WIB

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Tak Hanya Soal Asap, Vape Sekali Pakai Jadi Ancaman Baru bagi Lingkungan: Kenapa?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 11:17 WIB

×