Kim Jong-Un Dikabarkan Koma, Begini Penjelasan dari Sisi Kesehatan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 24 Agustus 2020 | 11:35 WIB
Kim Jong-Un Dikabarkan Koma, Begini Penjelasan dari Sisi Kesehatan
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]

Suara.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dikabarkan mengalami koma. hal ini diungkapkan oleh seorang mantan pejabat Korea Selatan yang melaporan bahwa pemimpin utara telah menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada adik perempuannya.

Chang Song-min, mantan ajudan mendiang presiden Korea Selatan Kim Dae-jung, menuduh bahwa Kim Jong Un telah sakit parah. Anggapan ini bereedar di tengah spekulasi bahwa ia jarang tampil ke publik.

"Saya menilai dia koma, tapi hidupnya belum berakhir," katanya kepada media Korea Selatan seperti dilansir dari New York Post.

Banyk orang tentu sudah tidak asing dengan istilah koma. Tapi, apa sih sebenarnya penjelasan tentang koma dari segi kesehatan?

Kim Jong Un (AP)
Kim Jong Un (AP)

Dilansir dari Healthline, koma adalah keadaan tidak sadar yang berkepanjangan. Koma terjadi ketika bagian otak rusak, baik sementara maupun permanen.

Kerusakan ini menyebabkan ketidaksadaran, ketidakmampuan untuk bangun, dan tidak responsif terhadap rangsangan seperti rasa sakit, suara, dan cahaya. Kata "koma" berasal dari kata Yunani "koma", yang berarti "tidur nyenyak".

Koma memiliki sejumlah penyebab potensial. Mulai dari cedera atau penyakit hingga stroke, tumor, hingga penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.

Seseorang yang sedang koma masih hidup tetapi tidak dapat bergerak sesuka hati. Mereka tidak dapat berpikir, berbicara, atau menanggapi lingkungan mereka. Fungsi penting, seperti pernapasan dan sirkulasi darah, tetap terjaga.

Koma adalah keadaan darurat medis. Penyedia layanan kesehatan perlu bekerja dengan cepat untuk mempertahankan kehidupan dan fungsi otak. Mereka juga perlu menjaga kesehatan pasien selama koma.

baca juga

Koma mungkin sulit untuk didiagnosis dan diobati. Biasanya tidak berlangsung lebih dari empat minggu, dan pemulihan terjadi secara bertahap. Namun, beberapa pasien tetap koma selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun.

Prioritas pertama pengobatan adalah untuk memelihara kehidupan dan fungsi otak. Antibiotik dapat langsung diberikan jika terjadi infeksi di otak. Pengobatan untuk mengatasi kondisi yang mendasari akan diberikan jika penyebab koma diketahui, seperti dalam kasus overdosis obat. Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi pembengkakan di otak.

Sebuah tim profesional medis akan menangani pasien koma setelah mereka stabil. Mereka akan bekerja untuk mencegah infeksi, luka baring, dan kontraktur otot. Tim juga akan memastikan untuk memberi pasien nutrisi seimbang selama koma mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kedubes Rusia Bantah Anjing Peliharaan Jadi Makanan di Korea Utara

Kedubes Rusia Bantah Anjing Peliharaan Jadi Makanan di Korea Utara

News | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 19:58 WIB

Kim Jong-un Perintahkan untuk Serahkan Anjing, Warga Khawatir jadi Santapan

Kim Jong-un Perintahkan untuk Serahkan Anjing, Warga Khawatir jadi Santapan

News | Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:53 WIB

Kim Jong Un: Selamat Merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan Rakyat Indonesia!

Kim Jong Un: Selamat Merayakan HUT ke-75 Kemerdekaan Rakyat Indonesia!

News | Senin, 17 Agustus 2020 | 12:51 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×