Secara Psikologis, Perempuan Lebih Takut Tertular Covid-19 daripada Lelaki

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 24 Agustus 2020 | 15:46 WIB
Secara Psikologis, Perempuan Lebih Takut Tertular Covid-19 daripada Lelaki
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Suara.com - Secara Psikologis, Perempuan Lebih Takut Tertular Covid-19 daripada Lelaki

Dalam urusan mematuhi protokol kesehatan, perempuan ternyata lebih patuh daripada laki-laki. Berdasarkan penelitian psikologi juga dibuktikan bahwa kaum adam lebih menyepelekan wabah virus corona.

Ahli Psikologi Politik Universitas Indonesia Prof. Hamdi Muluk menyampaikan dirinya terlibat dalam penelitian C-Corona projek di 59 negara. Hasil penelitian di banyak negara hampir sama, bahwa dari jumlah infeksi selalu 59 persen laki-laki lebih banyak, juga tingkat kematiannya lebih tinggi.

"Bisa karena masalah struktur imunologi dan genetik hormonal. Sebenarnya perempuan lebih imun. Bapak-bapak lebih rentan terkena dampak dari corona. Juga masalah perilaku melindungi diri dari corona. Studi di hampir seluruh negara, perempuan jauh lebih patuh daripada laki-laki," jelas Hamdi dalam virtual conference BNPB, Senin (24/8/2020).

Secara psikologis, lanjutnya, laki-laki memiliki sifat yang lebih teledor daripada perempuan. Apalagi didorong tanggung jawab untuk tetap mencari nafkah di luar rumah, menjadi penyebab jumlah pasien Covid-19 lebih banyak terjadi pada laki-laki, jelas Hamdi.

Ia juga menjelaskan, perilaku setiap orang sebenarnya ditentukan dari tiga aspek. Pertama, kognisi yaitu mengenai apa yang dipikirkan dan yang diketahui. Termasuk seluk beluk tentang virus corona.

"Kedua, manusia juga ditentukan oleh faktor emosi, dan ketiga oleh faktor motivasi atau perilaku. Ada beberapa faktor yang kita cermati, persepsi risiko. Seberapa jauh orang ini memiliki persepsi risiko yang serius," ucap Hamdi.

Hasilnya kembali menunjukan kalau persepsi risiko laki-laki jauh lebih rendah daripada perempuan. Artinya, kaum adam cenderung menganggap enteng wabah virus corona. Sementara perempuan jauh lebih takut tertular infeksi.

Faktor budaya juga ikut membentuk persepsi laki-laki, lanjut Hamdi. Dari penelitiannya, dicermati bahwa dalam budaya Indonesia terdapat stigma kalau laki-laki selalu dicitrakan memiliki sifat maskulinitas, perkasa, sehingga tidak mungkin tertular.

baca juga

"Dalam konteks ini keliru. Covid ini tidak mengenal maskulin atau apa, semua tertular. Jadi perempuan perilakunya jauh lebih tertib dalam melindungj diri. Justru kalau mau di-campaign laki-laki. Bisa gak perempuan menyadarkan laki-laki," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Harus Dapatkan Coping Stress, Apa Maksudnya?

Anak Harus Dapatkan Coping Stress, Apa Maksudnya?

Health | Rabu, 22 Juli 2020 | 14:18 WIB

Alasan Psikologis di Balik Penggunaan Emoji Air Mata Sukacita

Alasan Psikologis di Balik Penggunaan Emoji Air Mata Sukacita

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2020 | 10:15 WIB

Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat

Kenaikkan Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Ganggu Psikologis Masyarakat

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 13:04 WIB

Terkini

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

Sentil Advokat yang Asal Bela Klien, Harris Arthur: Hukum Ditegakkan, Bukan Dicari Pembenaran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:43 WIB

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Kelelawar Masuk Rumah Pertanda Apa? Ini Kepercayaan yang Berkembang dan Menurut Islam

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:38 WIB

×