BKKBN Minta Masyarakat Tunda Kehamilan di Masa Pandemi, Memang Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 26 Agustus 2020 | 01:05 WIB
BKKBN Minta Masyarakat Tunda Kehamilan di Masa Pandemi, Memang Kenapa?
Ilustrasi ibu hamil. (sumber: visualphotos)

Suara.com - Pandemi virus corona membuat banyak hal berubah, termasuk dalam hal memiliki anak.  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyarankan untuk menunda kehamilan di masa pandemi COVID-19.

Apa alasannya? Dikutip dari ANTARA, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustina mengungkapkan ada berbagai alasan yang dapat merugikan calon ibu hamil dan janin dalam kandungannya.

Pertama lantaran ibu hamil akan mengalami penurunan daya tahan tubuh selama proses mengandung. Padahal, di masa pandemi COVID-19 masyarakat disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak tertular virus.

Oleh karena itu ibu hamil lebih rentan tertular virus yang menyebabkan penyakit COVID-19. Eni juga mengatakan bahwa ibu hamil lebih berisiko mengalami pendarahan atau keguguran yang dapat menyebabkan kematian pada ibu dan anak.

Info grafis proses yang harus dijalani ibu hamil jelang persalinan di tengah pandemi Covid-19. [Ema Rohimah / SuaraJogja.id]
Info grafis proses yang harus dijalani ibu hamil jelang persalinan di tengah pandemi Covid-19. [Ema Rohimah / SuaraJogja.id]

Hal itu bisa terjadi dikarenakan ibu hamil kurang mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal karena keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan di masa pandemi.

"Berdasarkan laporan, kurangnya akses terhadap kegawatdaruratan menyebabkan meningkatnya angka kematian ibu bayi. Hal itu dikarenakan rumah sakit tidak melayani program kesehatan ibu dan anak karena COVID-19," kata dia.

Hal terburuknya, jika seorang ibu hamil terinfeksi Covid-19, ia harus mengonsumsi obat-obatan medis untuk menyembuhkan Covid-19. Kondisi itu dapat berefek samping negatif terhadap kandungannya.

"Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 akan mendapatkan obat medis yang harus dikonsumsi dan dapat membahayakan proses pembentukan janin," kata dia.

Selain itu dari sisi kependudukan, kehamilan di masa pandemi bisa menjadi lonjakan kelahiran yang akan berdampak pada populasi dan demografi masyarakat.

baca juga

BKKBN memperkirakan terjadinya ledakan angka kelahiran di Indonesia akibat pandemi COVID-19. Dampak pelayanan KB yang terkendala karena COVID-19 diperkirakan akan terjadinya baby boom 375 ribu sampai 500 ribu kehamilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konsumsi Kafein saat Hamil Berbahaya, Bahkan Tingkatkan Risiko Keguguran

Konsumsi Kafein saat Hamil Berbahaya, Bahkan Tingkatkan Risiko Keguguran

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 11:21 WIB

Berdampak Buruk Pada Janin, Ibu Hamil Disarankan Tidak Konsumsi Kafein

Berdampak Buruk Pada Janin, Ibu Hamil Disarankan Tidak Konsumsi Kafein

Health | Selasa, 25 Agustus 2020 | 09:23 WIB

Punya Suami Kembar Identik, Saudari Kembar Ini Juga Hamil Bersamaan

Punya Suami Kembar Identik, Saudari Kembar Ini Juga Hamil Bersamaan

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2020 | 11:00 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×