Akibat Sampah, Banyak Makanan Laut Ditemukan Mengandung Plastik

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:41 WIB
Akibat Sampah, Banyak Makanan Laut Ditemukan Mengandung Plastik
ilustrasi makanan laut

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa berbagai makanan laut memiliki kandungan plastik. Hal ini disebabkan oleh jutaan mikroplastik yang terdapat di laut. 

Melansir dari Medical News Today, mikroplastik adalah potongan kecil plastik yang panjangnya kurang dari 5 milimeter, kira-kira seukuran biji wijen. Sementara nanoplastik berukuran kurang dari 100 nanometer yang juga terdapat di lingkungan laut.

Sebuah studi baru dari para ilmuwan di QUEX Institute, sebuah penelitian kemitraan antara University of Exeter di Inggris Raya dan University of Queensland di Australia menganalisis makanan laut dari pasar Australia. Studi mereka diterbitkan di jurnal Environmental Science & Technology.

Para ilmuwan menemukan mikroplastik di setiap sampel makanan laut komersil yang mereka uji.

"Mempertimbangkan porsi rata-rata, pemakan seafood dapat terpapar sekitar 0,7 miligram (mg) plastik saat menelan rata-rata porsi tiram atau cumi-cumi, sementara dalam sarden bisa mengandung 30 mg plastik,” kata Francisca Ribeiro, penulis utama studi tersebut.

Para peneliti membeli lima jenis makanan laut, yakni lima kepiting biru liar, 10 tiram, 10 udang windu budidaya, 10 cumi-cumi liar, dan 10 sarden liar.

Ilustrasi sampah plastik. (BBC)
Ilustrasi sampah plastik. (BBC)

Setiap sampel ditimbang dan dicuci untuk menghilangkan sisa kemasan plastik. Untuk mengekstrak plastik yang ada, para ilmuwan menempatkan setiap sampel ke dalam labu dengan pelarut alkali dan mengaduknya pada suhu 60 derajat Celcius dalam inkubator pengocok. Setelah pelarut mencerna sampel sepenuhnya, larutan dianalisis untuk melihat kandungan plastik.

Para peneliti kemudian menggunakan teknik spektrometri massa kromatografi gas pirolisis untuk mengidentifikasi keberadaan lima jenis plastik: polistiren, polietilen, polivinil klorida, polipropilen, dan poli (metil metakrilat).

Plastik ini biasanya muncul dalam kemasan, tekstil sintetis, dan sampah laut. Dalam hal ini, para peneliti menemukan semua jenis plastik dalam sampel makanan laut. 

baca juga

"Temuan kami menunjukkan bahwa jumlah plastik yang ada sangat bervariasi di antara spesies, dan berbeda di antara  spesies satu dengan yang lain," kata Ribeiro.

“Setiap spesies makanan laut yang dianalisis dalam penelitian ini memiliki fitur biologis, fisiologis, dan anatomis yang berbeda, serta hidup di kompartemen berbeda di lingkungan laut yang memengaruhi penyerapan dan potensi akumulasi mikroplastik,” imbuhnya. 

Sayangnya, sekitar 17 persen protein yang dikonsumsi manusia di seluruh dunia berasal makanan laut. Oleh karena itu, temuan tersebut menunjukkan bahwa orang yang rutin makan makanan laut juga rutin makan plastik.

Rekan penulis penelitian, Tamara Galloway dari Exeter University menyatakan bahwa masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak kesehatannya. 

"Kami tidak sepenuhnya memahami risiko menelan plastik bagi kesehatan manusia, tetapi metode baru ini akan memudahkan kami untuk mengetahuinya," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Lanka Larang Impor Barang Plastik Demi Lindungi Gajah

Sri Lanka Larang Impor Barang Plastik Demi Lindungi Gajah

News | Jum'at, 28 Agustus 2020 | 21:06 WIB

Oplas Bokong karena Malas Olahraga, Wanita Ini Malah Sulit Jalan

Oplas Bokong karena Malas Olahraga, Wanita Ini Malah Sulit Jalan

Lifestyle | Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:00 WIB

Cantik! Wajah 3 Artis Korea Ini Paling Sering Jadi Acuan Operasi Plastik

Cantik! Wajah 3 Artis Korea Ini Paling Sering Jadi Acuan Operasi Plastik

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2020 | 06:53 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×