alexametrics

Bukan Virus Corona, Anak-Anak Justru Lebih Rentan terhadap Campak!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Bukan Virus Corona, Anak-Anak Justru Lebih Rentan terhadap Campak!
Ilustrasi anak-anak (Shutterstock).

Dokter menjelaskan bahwa anak-anak lebih berisiko terkena campak daripada virus corona Covid-19.

Suara.com - Virus corona Covid-19 dianggap tidak terlalu berbahaya bagi anak-anak. Kini, seorang dokter pun mengatakan anak-anak lebih berisiko terkena campak daripada virus corona Covid-19.

Prof Russell Viner, presiden Royal College of Pediatrics and Child Health mendesak para orangtua untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksin rutin.  Beberapa telah melewatkan suntikan MMR karena penutupan atau keengganan orangtua untuk membawa anaknya ke klinik selama pandemi virus corona Covid-19.

"Jika pekerjaan Anda adalah merawat anak-anak, Anda tahu risiko mereka terinfeksi virus corona kecil dan ingin melihat sekolah kembali buka. Maka vaksin adalah hal yang penting diperhatikan," ujar Prof Viner dikutip dari The Sun.

Prof Viner pun mempertegas bahwa sebuah studi ilmiah telah mengungkapkan bahwa virus corona Covid-19 jarang menyebabkan kondisi parah pada anak-anak. Bahkan mereka juga tidak terlalu berperan dalam menularkan virus corona Covid-19.

Baca Juga: Angka Kematian Akibat Virus Corona Indonesia Masih Tinggi Sedunia

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Sayangnya, lebih dari 5 ribu anak meninggal setiap tahun di Inggris. Beberapa kasus kematian akibat campak dan kecelakaan lalu lintas.

"Kami tidak bermaksud melarang anak-anak masuk sekolah dan naik mobil. Kami hanya menyarankan orangtua untuk memastikan anak-anak memakai sabuk pengaman dan memberi vaksin rutin," jelasnya.

Prof Viner sendiri mengaku lebih khawatir anak-anak terkena campak daripada virus corona Covid-19. Karena itu, pastikan vaksinasi anak-anak mutakhir, termasuk vaksinasi flu untuk musim dingin mendatang.

Sementara itu, pejabat Sekretaris Pendidikan, Gavin Williamson memperingatkan bahwa guru bisa melihat peningkatan perilaku buruk akibat beberapa siswa sudah lupa aturan disiplin.

Selain itu, siswa yang batuk di sekolah juga bisa dikeluarkan dari kelas atau disarankan pulang di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini.

Baca Juga: Ngeluh Sakit Kepala, Warga Inggris Ternyata Positif Virus Corona

Komentar