Peneliti Jepang Kembangkan Obat Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerjanya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 03 September 2020 | 14:42 WIB
Peneliti Jepang Kembangkan Obat Covid-19 Parah, Bagaimana Cara Kerjanya?
COVID-19 (kuning) di antara sel-sel manusia (biru, merah muda dan ungu), credit: NIAID-RML

Suara.com - Ketika banyak negara berlomba mengembangkan vaksin Covid-19, para peneliti Jepang dari Universitas Osaka telah mengidentifikasi pengobatan yang efektif untuk respons peradangan pada pasien Covid-19 parah.

Peneliti berupaya memahami bagaimana virus menyebabkan banyak gejala yang bertahan lama setelah menginfeksi manusia.

Salah satu komplikasi dari stimulasi berlebihan pada respons peradangan pada pasien Covid-19 adalah sindrom pelepasan sitokin atau cytokine release syndrome (CRS).

Sitokin merupakan sekelompok protein kecil yang dapat meningkatkan atau menghambat respons kekebalan tubuh kita terhadap infeksi, trauma, dan penyakit seperti kanker.

Komplikasi ini umumnya tejadi pada pasien yang menderita respon kekebalan secara berlebihan. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan bahkan, kematian.

Ilustrasi obat. (Pixabay)
Ilustrasi obat. (Pixabay)

Peneliti mempelajari profil sitokin dari 91 pasien yang mengalami CRS, yang terkait sepsis bakterial, sindrom gangguan pernapasan akut.

Pasien dari ketiga kelompok itu mengalami peningkatan kadar sitokin proinflamasi IL-6, IL-8, IL-10, dan MCP-10, serta protein yang disebut PAI-1, penyebab pembekuan darah, termasuk di paru-paru, atau luka bakar.

Peningkatan kadar PAI-1 dikaitkan dengan kasus pneumonia parah, penyebab umum kematian di antara pasien Covid-19.

Karena IL-6 secara positif dikaitkan dengan tingkat sitokin lain dan PAI-1, para peneliti menyimpulkan pensinyalan IL-6 sangat penting dalam pengembangan CRS setelah infeksi atau trauma.

baca juga

Dilansir The Health Site, obat yang dikembangkan penelitian ini dimaksudkan untuk memblokir pensinyalan IL-6.

Pemeriksaan profil sitokin pada pasien Covid-19 yang parah menunjukkan peningkatan IL-6 di awal proses penyakit, menyebabkan pelepasan PAI-1 dari pembuluh darah.

Ketika pasien diobati dengan obat berbasis antibodi monoklonal yang disebut Actemra, yang memblokir pensinyalan IL-6, tingkat PAI-1 dengan cepat menurun dan gejala penyakit parah berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Ungkap Antibodi Covid-19 Bertahan di Tubuh Selama 4 Bulan

Penelitian Ungkap Antibodi Covid-19 Bertahan di Tubuh Selama 4 Bulan

Jatim | Kamis, 03 September 2020 | 14:03 WIB

Banyak Perempuan Ogah Punya Anak Saat Pandemi Covid-19, Kenapa?

Banyak Perempuan Ogah Punya Anak Saat Pandemi Covid-19, Kenapa?

Health | Kamis, 03 September 2020 | 13:50 WIB

Peneliti Temukan Obat Murah Agar Covid-19 Tidak Terlalu Mematikan, Apa Itu?

Peneliti Temukan Obat Murah Agar Covid-19 Tidak Terlalu Mematikan, Apa Itu?

Health | Kamis, 03 September 2020 | 13:45 WIB

Terkini

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 16:51 WIB

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Antrean SPBU Bikin Eneg? Intip Lini Motor Listrik Indomobil e-Motor dan Daftar Harganya

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:49 WIB

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat

News | Senin, 21 September 2026 | 16:47 WIB

4 Rekomendasi HP Murah Lancar Main Game, Push Rank MLBB Aman!

4 Rekomendasi HP Murah Lancar Main Game, Push Rank MLBB Aman!

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 16:45 WIB

Cacat Hukum dan Tabrak Aturan, Komisi A DPRD DKI Desak Lapangan Padel di Meruya Dibongkar

Cacat Hukum dan Tabrak Aturan, Komisi A DPRD DKI Desak Lapangan Padel di Meruya Dibongkar

News | Senin, 21 September 2026 | 16:41 WIB

Begini Kisi-kisi RUU Migas yang Mau Dibahas Pemerintah

Begini Kisi-kisi RUU Migas yang Mau Dibahas Pemerintah

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:40 WIB

139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus

139 SPPG Bandar Lampung Lolos Uji Sanitasi Ketat, Ribuan Juru Masak Disertifikasi Khusus

Lampung | Senin, 21 September 2026 | 16:40 WIB

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

World Cleanup Day 2026, Trash Ranger Menggerakkan Anak Muda Peduli Sampah

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:39 WIB

Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien

Cancer Awareness Month, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hadirkan Dukungan bagi Keluarga Pasien

Jogja | Senin, 21 September 2026 | 16:38 WIB

Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Heboh! Hotel di Bali Mulai Dilego Puluhan hingga Ratusan Miliar, Koster Cek Penyebabnya

Bali | Senin, 21 September 2026 | 16:38 WIB

×