alexametrics

Diare, Muntah hingga Kram Perut Bisa Jadi Gejala Covid-19 pada Anak

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Diare, Muntah hingga Kram Perut Bisa Jadi Gejala Covid-19 pada Anak
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Sebuah studi dari peneliti Inggris menunjukkan bahwa masalah pencernaan bisa menjadi gejala Covid-19 pada anak.

Suara.com - Gejala virus corona Covid-19 pada anak bisa ditandai dengan masalah gastrointestinal seperti muntah, diare hingga kram perut. Hal ini dinyatakan oleh sebuah studi dari para peneliti Queen's University Belfast.

Melansir dari Independent, penelitian yang belum ditinjau peneliti lain itu menguji darah pada hampir 1000 anak pasien Covid-19 untuk diuji antibodinya. Anak-anak tersebut berusia dua hingga 15 tahun.

Hasilnya para peneliti menemukan bahwa beberapa anak yang mengembangkan gejala menunjukkan kondisi mirip dengan orang dewasa, seperti demam hingga hilangnya perasa dan penciuman. Namun, sebagian besar dari mereka mengalami masalah pada perut.

Pemimpin penelitian, dokter Tom Waterfield, peneliti dari Wellcome-Wolfson Institute for Experimental Medicine di Queen's University Belfast menunjukkan bahwa gangguan pencernaan harus mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari gejala Covid-19 pada anak.

Baca Juga: Waduh! Dua Tahanan KPK Terpapar Covid-19

"Setelah gelombang pertama pandemi di Inggris, kami telah mengetahui bahwa setengah dari anak-anak yang berpartisipasi dalam penelitian ini tidak menunjukkan gejala," kata Waterfield.

Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)
Ilustrasi anak memakai masker. (Pixabay)

"Sementara mereka yang memiliki gejala biasanya tidak mengalami batuk, namun lebih sering mengalami gangguan gastrointestinal," imbuhnya.

Menurut Waterfield, studi ini menunjukkan bahwa mungkin masalah pencernaan perlu dipertimbangkan sebagai gejala Covid-19 pada anak-anak.

"Studi penelitian sangat penting dan berkat upaya seperti studi ini, kami mulai mengetahui lebih banyak tentang Covid-19 dalam hal keterpaparan anak-anak di Inggris terhadap SARS-CoV-2 (virus corona penyebab Covid-19) sejak pandemi dimulai," kata Profesor Ian Young, Kepala Penasihat Ilmiah Irlandia Utara yang tidak terlibat dalam penelitian. 

"Temuan penting ini sekarang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk terus memantau penularan pada anak-anak dan membantu mengatasi penyebaran Covid-19," imbuhnya. 

Baca Juga: Begini Suasana Bioskop Drive-In Pertama di Jakarta

Komentar