Epidemiolog UI: PSBB Bisa Tekan Laju Penularan Covid-19, Asalkan...

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 11 September 2020 | 06:45 WIB
Epidemiolog UI: PSBB Bisa Tekan Laju Penularan Covid-19, Asalkan...
Ilustrasi pakai masker. (Pexels)

Suara.com - Beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jakarta, berencana akan menerapkan kembali PSBB guna menekan laju penularan Covid-19. Namun ahli epidemiologi Universitas Indonesia dr. Syahrizal Syarif menyampaikan bahwa pembatasan wilayah atau PSBB saja tak cukup untuk menekan laju penularan Covid-19.

Ia menegaskan bahwa yang paling efektif dalam pencegahan infeksi virus corona adalah disiplin penerapan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Namun syaratnya, 3M itu harus dilakukan oleh 90 persen warga yang keluar dari rumah.

"Kalau pasien itu kekebalan tubuh, kekuatan biologis, maka pemakaian masker dan jaga jarak, cuci tangan adalah kekebalan sosial. Dia hanya bisa berdampak kalau masyarakat menggunakannya, melaksanakannya. Kalau vaksin itu dia harus 70 persen dari penduduk, maka 3M itu paling tidak 90 persen dari penduduk yang berada di luar," papar Syarif kepada Suara.com, Kamis (10/9/2020).

Sebelum memaksa masyarakat disiplin aturan 3M tersebut, menurut Syarif, pemerintah harus memastikan bahwa setiap penduduk, terutama di lapisan bawah, telah memiliki masker yang memadai. Kemudian juga perlu dilakukan kampanye besar-besaran oleh tokoh masyarakat atau influencer.

Terakhir, kata Syarif, sanksi berupa denda uang bagi setiap pelanggar. Ia menyampaikan hukuman yang selama ini diterapkan petugas kepada pelanggar protokol kesehatan masih terkesan main-main.

"Sekaramg kita lihat, nggak pakai masker disuruh nyanyi lagu kebangsaan, lari-lari di lapangan, cat trotoar, itu namanya nggak serius. Di Korea saja denda minimal 1,2 (juta). Bagi mereka yang sudah beberapa kali melanggar, denda sebanyak 30 juta. Semua harus pakai penalti, hanya penalti yang buat orang jera. Pakai masker bukan budaya kita soalnya," ucapnya.

Namun, sekalipun 90 persen masyarakat di area publik disiplin terapkan protokol kesehatan, Syarif berpandangan, butuh waktu sekitar enam bulan untuk bisa menekan laju infeksi virus corona. Sebab, berkaca dari Wuhan yang melakukan lockdown secara total saja baru bisa menghambat penularan Covid-19 dalam waktu dua bulan.

"Wuhan lockdown dengan betul-betul ketat. Di jalan hanya ada tenaga kesehatan, tenaga keamanan, dan pembawa logistik. Dengan ketat gitu saja dampaknya baru terlihat dua bulan. Jadi kalau kita lakukan seperti ini, efektifitasnya paling 30 persen dari apa yang dilakukan di Wuhan," ucapnya.

Selain itu, Wuhan tidak hanya dikunci akses keluar masuknya. Tetapi tenaga medis juga segera secara masif lakukan pemeriksaan ke setiap rumah terhadap 5 juta dari 11 juta penduduk di Wuhan hanya dalam waktu 20 hari.

baca juga

"Jadi bukan hanya lockdown. Nah, kita mampu nggak lakukan begitu. Kan nggak lakukan begituan. Kita sekadar omong-omong saja, PSBB implementasinya nggak jelas," ucap Syarif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta PSBB Total, Pengusaha: Akan Kami Patuhi Meski Berat

Jakarta PSBB Total, Pengusaha: Akan Kami Patuhi Meski Berat

Jakarta | Jum'at, 11 September 2020 | 06:32 WIB

Jakarta PSBB Total, Siap-siap Ada Razia Penyekatan Oleh Kepolisian

Jakarta PSBB Total, Siap-siap Ada Razia Penyekatan Oleh Kepolisian

News | Jum'at, 11 September 2020 | 06:26 WIB

Tarik Rem Darurat dengan PSBB Pekan Depan, Simak Penelitian Sturgis Rally

Tarik Rem Darurat dengan PSBB Pekan Depan, Simak Penelitian Sturgis Rally

Otomotif | Kamis, 10 September 2020 | 23:50 WIB

Terkini

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

Amnesty Minta Pelaku Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang Diproses Hukum

News | Senin, 21 September 2026 | 21:41 WIB

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

Ahli Soroti Kerugian Negara Rp2 Triliun di Kasus TPL: Harus Diaudit BPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:36 WIB

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

Dari Jakarta hingga Sukabumi, Belasan Aset Mewah Ipda Yayat Dibidik KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 21:35 WIB

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Dari Garmin Run 2026, Gaya Hidup Aktif Bertemu Solusi Finansial

Sport | Senin, 21 September 2026 | 21:24 WIB

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Kondisi Doddy Katamsi Memprihatinkan Akibat Penyakit Jantung, Keluarga Meminta Doa

Entertainment | Senin, 21 September 2026 | 21:21 WIB

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, KIKA Beri Kritik Pedas ke Prabowo

News | Senin, 21 September 2026 | 21:13 WIB

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Tuntutan 8,5 Tahun Bikin Suasana Sidang Sudewo Memanas, Pendukung Ricuh

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 21:03 WIB

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

vivo X500 Series Resmi Meluncur, Bawa Kamera 17EV dan Video 4K 240fps

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 21:02 WIB

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Target E50 di Depan Mata, Impor Bensin Bakal Dihentikan?

Video | Senin, 21 September 2026 | 21:00 WIB

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026

News | Senin, 21 September 2026 | 20:57 WIB

×