China Setuji Vaksin Virus Corona Semprot, Seberapa Efektif?

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 12 September 2020 | 07:25 WIB
China Setuji Vaksin Virus Corona Semprot, Seberapa Efektif?
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Suara.com - China telah menyetujui uji coba vaksin semprot hidung pertamanya untuk memerangi virus korona baru yang telah merenggut lebih dari 904.000 nyawa dan menginfeksi lebih dari 27 juta orang di seluruh dunia.

Vaksin semprot hidung satu-satunya di China untuk melawan virus corona diperkirakan akan memulai uji klinis fase I pada November, dan merekrut 100 sukarelawan.

Dilansir dari Times of India, ini adalah satu-satunya vaksin dari jenisnya yang disetujui oleh Administrasi Produk Medis Nasional China.

Vaksin tersebut merupakan misi kolaboratif antara Hong Kong dan China daratan yang melibatkan peneliti dari Universitas Hong Kong, Universitas Xiamen, dan Apotek Biologi Wantai Beijing.

WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.
WHO menyebut vaksin covid 19 masih belum tersedia luas pada pertengahan tahun 2021.

Ahli mikrobiologi dari Universitas Hong Kong, Yuen Kwok-yung, mengatakan vaksin tersebut merangsang jalur infeksi alami virus pernapasan untuk mengaktifkan respons kekebalan.

Vaksinasi semprotan hidung dapat menghasilkan perlindungan ganda untuk penerima vaksin - influenza dan novel coronavirus - jika mengandung virus influenza termasuk H1N1, H3N2 dan B, kata Yuen. Ia menambahkan bahwa dibutuhkan setidaknya satu tahun lagi untuk menyelesaikan tiga uji klinis.

Seorang ahli imunologi yang berbasis di Beijing mengatakan bahwa dibandingkan dengan suntikan, vaksinasi semprotan hidung lebih mudah dilakukan. Selain itu juga akan mudah diproduksi dan didistribusikan secara massal karena mengadopsi teknologi produksi vaksin influenza yang matang.

Ahli imunologi mengatakan vaksin baru mungkin tidak menyebabkan efek samping sistemik. Tetapi efek samping dapat terjadi pada sistem pernapasan seperti asma dan sesak napas.

Idealnya, para ilmuwan tidak mengharapkan efek samping kecuali sumbatan hidung ringan atau rinorea, kata Yuen.
Belum jelas apakah kekebalan yang dihasilkan dari vaksinasi semprot hidung akan bertahan lebih lama daripada vaksin yang disuntikkan, kata laporan itu.

baca juga

China telah menyetujui tiga kandidat vaksin Covid-19 untuk uji klinis. Mereka juga telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh beberapa perusahaan domestik tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Amerika Bilang Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona & Flu Bersamaan!

Dokter Amerika Bilang Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona & Flu Bersamaan!

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 21:36 WIB

Update Zona Merah Covid-19 di Wilayah Indonesia

Update Zona Merah Covid-19 di Wilayah Indonesia

News | Jum'at, 11 September 2020 | 20:49 WIB

Beredar Gambar Peta Jakarta Banyak Zona Hitam Covid, Pemprov DKI: Itu Hoaks

Beredar Gambar Peta Jakarta Banyak Zona Hitam Covid, Pemprov DKI: Itu Hoaks

News | Jum'at, 11 September 2020 | 20:14 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×