Virus Corona Covid-19 Bisa Pangkas Usia Harapan Hidup hingga 9 Tahun

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 18 September 2020 | 13:49 WIB
Virus Corona Covid-19 Bisa Pangkas Usia Harapan Hidup hingga 9 Tahun
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Infeksi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan usia harapan hidup seseorang menurun hingga 9 tahun di seluruh dunia.

Analisis global tentang usia harapan hidup seseorang menunjukkan bahwa pandemi virus corona Covid-19 bisa menyebabkan penurunan usia harapan hidup jangka pendek di banyak wilayah, termasuk Eropa dan Amerika Utara.

Para ilmuwan mengatakan virus corona Covid-19 kemungkinan akan menyebabkan penurunan usia harapan hidup di daerah yang terkena dampak parah. Meski begitu, tetap bisa ada pengecualian khusus bila penyebaran penyakit dapat diatasi dengan baik. 

Studi para ilmuwan yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One, meneliti dampak kematian terkait virus corona Covid-19 pada usia harapan hidup seseorang untuk 4 wilayah di dunia yang luas di berbagai tingkat infeksi dan kelompok usia.

"Studi kami memberikan penilaian pertama tentang potensi dampak virus corona Covid-19 pada usia harapan hidup seseorang berdasarkan berbagai skenarion tingkat prevalensi selama periode setahun," jelas Dr Guillaume Marois, dari Institut Internasional untuk Analisis Sistem Terapan (IIASA) dikutip dari Mirror UK.

Ilustrasi virus covid 19. Di Sumsel, dua daerah masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus ini.
Ilustrasi virus covid 19. Di Sumsel, dua daerah masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus ini.

Dr Guillaume Marois menjelaskan bahwa usia harapan hidup seseorang adalah ukuran rata-rata jumlah tahun yang mungkin diharapkan seseorang untuk hidup.

Ia mengatakan, peningkatan perawatan kesehatan, kondisi sosial ekonomi dan pendidikan adalah salah satu faktor kunci yang memengaruhi kesehatan dan berapa lama seseorang hidup.

Usia harapan hidup telah digunakan sebagai ukuran perkembangan manusia di berbagai negara dan wilayah. Selama 100 tahun terakhir, usia harapan hidup telah meningkat secara signifikan di banyak wilayah di dunia.

Pada studi baru, para peneliti IIASA membangun model mikrosimulasi yang menyimulasikan kemungkinan infeksi virus corona Covid-19, risiko kematian karena virus corona dan kematian akibat penyebab lain selama setahun dari kelompok umur yang berbeda.

Kemudian, mereka menghitung dampak virus corona Covid-19 pada usia harapan hidup seseorang dengan merekonstruksi tabel hidup dan harapan hidup dari simulasi serta membandingkannya dengan yang digunakan untuk input.

Mereka menemukan bahwa dengan tingkat prevalensi yang sangat rendah, pandemi virus corona Covid-19 tidak akan memengaruhi usia harapan hidup seseorang. Tapi, tingkat prevalensi setinggi 2 persen bisa menyebabkan penurunan usia harapan hidup di negara dengan usia harapan hidup tinggi, yakni rata-rata 80 tahun.

Pada tingkat prevalensi tinggi, dampak virus corona terhadap usia harapan hidup lebih besar, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Pada prevalensi 10 persen, turunnya usia harapan hidup kemungkinan besar di atas 1 tahun di negara-negara dengan usia harapan hidup tinggi, seperti Eropa dan Amerika Utara.

"Pada prevalensi 50 persen, artinya 3 sampai 9 tahun akan hilang di wilayah dengan usia harapan hidup tinggi. Sedangkan di daerah yang kurang berkembang, dampaknya lebih kecil, mengingat usia harapan hidup lebih rendah," jelas Dr Marois.

Namun, tingkat usia harapan hidup akan kembali pulih di wilayah yang paling terkena dampaknya setelah pandemi virus corona Covid-19 berakhir.

Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]
Ilustrasi menggunakan masker di tempat umum.[Pexels/Anna Shvets]

Menurut peneliti IIASA Sergei Scherbov yang juga melakukan studi terkait, Eropa membutuhkan hampir 20 tahun untuk meningkatkan usia harapan hidup setinggi 6 tahun, dari 72,8 tahun pada 1990 menjadi 78,6 tahun 2019.

Dengan demikian, virus corona Covid-19 bisa mengatur kembali indikator ini pada tahun 2020 ke nilai beberapa waktu lalu. Analisis ini berguna untuk melihat besarnya potensi virus corona Covid-19 merugikan nyawa seseorang.

"Kami menunjukkan bahwa bila virus menyebar secara luas dalam populasi. Misalnya, tanpa adanya penguncian dan pengukuran jarak sosial, kondisi ini bisa mengakibatkan penurunan usia harapan hidup seseorang secara signifikan," jelas penulis studi Raya Muttarak, wakil direktur program populasi dunia IIASA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Masuk 4 Lagi, Pasien Covid-19 di RSKI Galang Kini Capai 186 Orang

Baru Masuk 4 Lagi, Pasien Covid-19 di RSKI Galang Kini Capai 186 Orang

News | Jum'at, 18 September 2020 | 11:55 WIB

Rawat 3.218 Pasien Corona, Tempat Tidur di RSD Wisma Atlet Tersisa Segini

Rawat 3.218 Pasien Corona, Tempat Tidur di RSD Wisma Atlet Tersisa Segini

News | Jum'at, 18 September 2020 | 11:45 WIB

Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut Tangani Corona Cuma Bikin Speechless

Keputusan Jokowi Tunjuk Luhut Tangani Corona Cuma Bikin Speechless

News | Jum'at, 18 September 2020 | 11:35 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB