Ceri dan Delima, 2 Buah Merah yang Mampu Turunkan Tekanan Darah

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 25 September 2020 | 08:10 WIB
Ceri dan Delima, 2 Buah Merah yang Mampu Turunkan Tekanan Darah
Ilustrasi delima bagus untuk menurunkan tekanan darah. (shutterstock)

Suara.com - Tekanan darah tinggi bisa dipicu hingga dikendalikan oleh berbagai makanan. Oleh karenanya, menurunkan tekanan darah tinggi juga sering kali terkait dengan makanan yang Anda konsumsi.

Melansir dari Express, dua buah merah ceri dan delima disebut bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi, antara lain:

Buah Delima

Mengonsumsi buah delima atau jus buah delima saat pagi bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Tim peneliti di Universitas Sheffield Hallam menemukan bahwa jus delima dapat menurunkan tekanan darah.

Melalui studi acak terkontrol, mereka meninjau 51 orang dewasa berusia antara 30 hingga 50 tahun. Dalam penelitian ini para peserta  mengonsumsi 330ml / hari jus delima selama empat minggu.

Ilustrasi buah delima. (shutterstock)

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa ada penurunan tekanan darah sistosik dan diastolik secara signifikan. Pengukuran tekanan darah sistolik rata-rata turun sebesar 3,14 mmHg, sedangkan pengukuran tekanan darah diastolik turun sekitar 2,33 mmHg.

Dengan demikian, para peneliti menyimpulkan bahwa jus delima memiliki manfaat untuk menurunkan tekanan darah.

Melansir dari Cardiex, delima sangat tinggi fitonutrien, punicalagins, dan antioksidan. Semua kandungan tersebut secara umum sangat baik bagi kesehatan. 

Buah Ceri

Buah ceri kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi pasien hipertensi atau tekanan darah darah tinggi. 

"Antioksidan yang juga terdapat dalam buah ceri ini dikenal dengan polifenol yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan elastisitas udara," kata ahli nutrisi, Dr. Sarah Brewer. 

Hanya 60ml jus asam ceri dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 7mmHg. Efeknya juga sangat cepat.

Tekanan darah mungkin mulai berkurang dalam satu jam setelah minum jus ceri dan kestabilan tekanan darah bisa bertahan hingga delapan jam.

"Jus ceri adalah salah satu solusi alami paling efektif untuk tekanan darah tinggi, jus ceri sama efektifnya dalam menurunkan tekanan darah seperti halnya beberapa obat hipertensi," imbuhnya. 

Umumnya tekanan darah normal berkisar antara 90/60mmHg hingga 120/80mmHg. Oleh kerena itu, angka 140/90mmHg atau lebih dianggap sebagai tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Semuanya Sehat, Sayuran Jenis Ini Justru Picu Tekanan Darah Tinggi

Tak Semuanya Sehat, Sayuran Jenis Ini Justru Picu Tekanan Darah Tinggi

Health | Kamis, 24 September 2020 | 17:35 WIB

Agar Jantung Tetap Sehat, Berikut 7 Langkah Menjaga Tekanan Darah

Agar Jantung Tetap Sehat, Berikut 7 Langkah Menjaga Tekanan Darah

Health | Sabtu, 19 September 2020 | 17:01 WIB

Ada Gangguan Seksual Ini, Waspada Gejala Hipertensi

Ada Gangguan Seksual Ini, Waspada Gejala Hipertensi

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 18:45 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB