WHO Prediksi Kematian Akibat Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta

Vania Rossa

Sabtu, 26 September 2020 | 15:13 WIB
WHO Prediksi Kematian Akibat Covid-19 Bisa Mencapai 2 Juta
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Hingga hari ini, sembilan bulan sejak virus corona pertama kali ditemukan di China, jumlah kematian global akibat Covid-19 hampir mencapai 1 juta. Namun Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memprediksi bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 global bisa mencapai 2 juta sebelum vaksin ampuh digunakan secara merata. Bahkan, angkanya bisa lebih tinggi jika tidak ada tindakan bersama untuk mengekang pandemi.

"Jika kita tidak melakukan itu semua, (2 juta kematian) tidak hanya dibayangkan, tetapi sangat mungkin terjadi," kata Mike Ryan, ketua program kedaruratan badan PBB saat konferensi pers pada Jumat (25/6/2020) waktu setempat, seperti dilansir dari Reuters.

"Kita tidak keluar dari hutan mana pun, kita tidak keluar dari hutan di Afrika," kata Ryan.

Belakangan, muncul kekhawatiran bahwa lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini dipicu oleh kaum muda setelah pembatasan dan penguncian di seluruh dunia dilonggarkan. Namun Ryan berpendapat, kaum muda tidak seharusnya disalahkan. Sebaliknya, pertemuan orang dengan segala usia di ruangan tertutuplah yang mendorong epidemi.

Mengutip Antara, WHO masih berdiskusi dengan China mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam skema pembiayaan COVAX, yang dibentuk untuk menjamin akses global vaksin Covid-19 secara cepat dan merata, sepekan setelah batas waktu untuk bergabung dengan skema tersebut berakhir.

"Kami sedang berdiskusi dengan China mengenai peran yang mungkin mereka mainkan saat kami mengalami progres," kata Bruce Aylward, penasihat senior WHO sekaligus ketua program ACT-Accelerator untuk mendukung vaksin, obat serta diagnostik melawan COVID-19.

Ia memastikan bahwa Taiwan menandatangani skema tersebut, bahkan meski pihaknya bukanlah anggota WHO, sehingga menambah total partisipan menjadi 159.

Pembicaraan dengan China juga membahas kemungkinan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memasok vaksin untuk skema COVAX, katanya.

WHO pada Jumat menerbitkan draf kriteria penilaian penggunaan darurat vaksin Covid-19 guna membantu mendampingi produsen obat saat uji klinis vaksin sudah dalam tahap lanjutan, kata asisten dirjen WHO, Mariangela Simao.

baca juga

Sebelumnya, pada Jumat, pejabat kesehatan China menyebutkan WHO memberinya dukungan untuk mulai memberikan vaksin Covid-19 eksperimental kepada masyarakat bahkan saat uji klinis masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temukan Antibodi Potensial, Ilmuwan Jerman Kembangkan Vaksin Covid-19 Pasif

Temukan Antibodi Potensial, Ilmuwan Jerman Kembangkan Vaksin Covid-19 Pasif

Health | Sabtu, 26 September 2020 | 14:54 WIB

Sudah Sembuh, Ini Cerita Rektor IPB saat Terpapar Virus Corona

Sudah Sembuh, Ini Cerita Rektor IPB saat Terpapar Virus Corona

News | Sabtu, 26 September 2020 | 13:42 WIB

Vaksin Covid-19 China CNBG Diuji Coba pada 35.000 Orang

Vaksin Covid-19 China CNBG Diuji Coba pada 35.000 Orang

Tekno | Sabtu, 26 September 2020 | 13:45 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×