Studi: Media Sosial Bisa Picu Trauma Sekunder selama Pandemi Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Rabu, 30 September 2020 | 08:05 WIB
Studi: Media Sosial Bisa Picu Trauma Sekunder selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi stres akibat media sosial

Suara.com - Selalu mengecek media sosial untuk mengetahui berita mengenai virus corona Covid-19 bisa memicu depresi dan trauma sekunder. Hal ini dinyatakan oleh para peneliti dari Penn State dan Jinan University.

"Kami menemukan bahwa penggunaan media sosial bermanfaat hingga titik tertentu, karena memberikan dukungan informasional, emosional terkait dengan topik kesehatan Covid-19," kata Bu Zhong, profesor jurnalisme, Penn State seperti yang dikutip dari Medicalxpress. 

"Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan masalah kesehatan mental. Oleh karena itu, sesekali berhenti menggunaan media sosial dapat meningkatkan kesehatan mental selama pandemi, ini sangat penting untuk mengurangi gangguan kesehatan mental akibat pandemi," imbuhnya. 

Melansir dari Medical Xpress, studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Computers in Human Behavior itu melibatkan 320 peserta yang tinggal di distrik perkotaan Wuhan, Cina.

Pada Februari 2020, tim memberi peserta survei online yang menyelidiki bagaimana mereka mengakses dan berbagi informasi kesehatan dengan anggota keluarga, teman, dan kolega di media sosial, khususnya WeChat.

Cara memanfaatkan media sosial untuk rencanakan traveling. (Unsplash)
 memanfaatkan media sosial. (Unsplash)

Para peserta pada umumnya merasa terbantu dengan keberadaan WeChat untuk saling berbagai informasi. Namun kebanyakan informasi ini juga yang menurut Zhong memicu peristiwa trauma sekunder.

Trauma sekunder adalah trauma yang dialami oleh mereka  yang tak secara langsung mengalami kejadian. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden melaporkan beberapa tingkat depresi di mana hampir 20 persen dari mereka menderita depresi sedang atau berat.

Sementara di antara responden yang melaporkan trauma sekunder, 80 persen di antara mereka melaporkan tingkat trauma yang rendah, sedangkan tingkat trauma sedang mencapai 13 persen dan tinggi 7 persen. Tak satu pun dari peserta yang melaporkan mengalami gangguan depresi atau traumatis sebelum survei dilakukan.

baca juga

"Hasil kami menunjukkan bahwa penggunaan media sosial terkait dengan depresi dan trauma sekunder selama awal wabah Covid-19 di Wuhan," kata Zhong.

"Temuan ini menunjukkan bahwa mengambil jeda media sosial dari waktu ke waktu dapat membantu meningkatkan kesehatan mental orang selama pandemi Covid-19," imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal Tanpa Komorbid

Satu Lagi Pasien Covid-19 di Bantul Meninggal Tanpa Komorbid

Jogja | Rabu, 30 September 2020 | 06:52 WIB

Masih Ada Negara Tanpa Kasus Covid-19 yang Dilaporkan, Mana Saja?

Masih Ada Negara Tanpa Kasus Covid-19 yang Dilaporkan, Mana Saja?

Health | Rabu, 30 September 2020 | 07:05 WIB

Jakarta Dukung Mini Lockdown, Riza: Kami Sebenarnya Sudah Laksanakan Arahan

Jakarta Dukung Mini Lockdown, Riza: Kami Sebenarnya Sudah Laksanakan Arahan

News | Rabu, 30 September 2020 | 04:00 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×