Donald Trump Diberi Koktail Antibodi Poliklonal akibat Covid-19, Apa Itu?

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 04 Oktober 2020 | 18:05 WIB
Donald Trump Diberi Koktail Antibodi Poliklonal akibat Covid-19, Apa Itu?
Presiden AS Donald Trump mengacungkan jempol saat ia turun dari Air Force One setibanya di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland, Amerika Serikat pada 1 Oktober 2020. [MANDEL NGAN / AFP]

Suara.com - Pada Jumat (1/10/2020) kemarin, Donald Trump mengumumkan bahwa irinya terinfeksi virus corona. Gedung Putih mengatakan sang presiden mendapat dosis koktail antibodi setelah positif Covid-19.

Menurut pernyataan dari sekretaris pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, Trump menerima koktail antibodi poliklonal dosis 8 gram, REGN-COV2, dari perusahaan farmasi Regeneron, sebagai tindakan pencegahan.

Dilansir Fox News, Creative Diagnostics, perusahaan swasta Amerika yang mengkhususkan diri dalam penelitian dan pembuatan antibodi, menyebut antibodi poliklonal terdiri dari sel heterogen yang umumnya diproduksi oleh klon sel B yang berbeda di dalam tubuh.

Klon sel B merupakan garis sel yang dihasilkan oleh sel B, yakni sel yang dapat menghasilkan antibodi untuk antigen yang menargetkan berbagai bagian antigen.

Antibodi poliklonal dapat mengidentifikasi dan menempel pada epitom yang berbeda, bagian spesifik dari antigen tunggal. Antibodi ini juga diproduksi pada makhluk hidup.

Presiden AS Donald Trump berjalan dari Marine One setelah tiba di South Lawn Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat pada 1 Oktober 2020. [SAUL LOEB / AFP]
Presiden AS Donald Trump berjalan dari Marine One setelah tiba di South Lawn Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat pada 1 Oktober 2020. [SAUL LOEB / AFP]

Untuk membuat antibodi poliklonal, imunogen biasanya disuntikkan untuk mendapatkan respons imun. Kemudian, itu disuntikkan untuk menghasilkan titer antibodi yang lebih lebih tinggi terhadap antigen tertentu.

Perawatan eksperimental yang digunakan memakai antibodi yang dibuat oleh Regeneron, serta antibodi yang diambil dari penyintas Covid-19. Tujuannya agar kedua antibodi mengikat protein virus corona, membatasi kemampuan virus untuk 'melarikan diri'.

Sementara itu, Dr. Matt McCarthy, seorang dokter penyakit menular mengatakan,  pengobatan ini sudah menunjukkan efektivitas dalam mengurangi jumlah virus di dalam tubuh (viral load) dan tingkat keparahan gejala.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirawat karena Covid-19, Donald Trump: Saya Mulai Merasa Membaik

Dirawat karena Covid-19, Donald Trump: Saya Mulai Merasa Membaik

Health | Minggu, 04 Oktober 2020 | 17:05 WIB

Donald Trump Positif Covid, Hotman: Ambil Hikmahnya, Apa Pilkada Lanjut?

Donald Trump Positif Covid, Hotman: Ambil Hikmahnya, Apa Pilkada Lanjut?

News | Minggu, 04 Oktober 2020 | 14:31 WIB

Dokter Ungkap Deretan Obat yang Dikonsumsi Trump Selama Perawatan Covid-19

Dokter Ungkap Deretan Obat yang Dikonsumsi Trump Selama Perawatan Covid-19

Batam | Minggu, 04 Oktober 2020 | 14:06 WIB

Terkini

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

The Lonely Little Monkey, Buku tentang Mencari Teman dan Menerima Perbedaan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Chanathip Tebar Ancaman ke Kevin Diks Cs: Saya Sudah Lama Menanti Lawan Indonesia

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

Peran TNI Terus Meluas, Imparsial Sebut Demokrasi dan Supremasi Sipil dalam Ancaman

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

Hari ke-22 Pencarian KM Virgo Transport 8, Dua Jasad Ditemukan di Kalimantan Tengah

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Dapur MBG Bertambah di 16 Provinsi, Jumlah Capai Lebih dari 27.000 Unit

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Head to Head Timnas Indonesia vs Thailand: Rekor Milik Gajah Perang, Garuda Punya Modal SUGBK

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Digelar, Ini Cara UMKM Agar Bisa Ikut Serta

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Review Digger: Sindiran Pedas Krisis Iklim Lewat Akting Memukau Tom Cruise

Review Digger: Sindiran Pedas Krisis Iklim Lewat Akting Memukau Tom Cruise

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Chanathip Songkrasin Singgung Pemain Timnas Indonesia yang Main di Eropa

Chanathip Songkrasin Singgung Pemain Timnas Indonesia yang Main di Eropa

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 17:00 WIB

×