Tidur Nyenyak Baik untuk Perkembangan Otak Bayi

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:26 WIB
Tidur Nyenyak Baik untuk Perkembangan Otak Bayi
Ilustrasi bayi tidur (Shutterstock)

Suara.com - Tidur cukup dan lelap dikenal penting untuk menjaga kesehatan fungsi tubuh dan organ. Sebuah studi baru, ternyata menemukan bahwa tidur nyenyak yang dikenal sebagai Rapid Eye Movement (REM), memiliki efek berbeda pada perkembangan otak bayi dan orang dewasa.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian ini melihat dari dari lusinan studi lain mencakup manusia dan mamalia lainnya. Dipimpin oleh Van Savage, PhD, seorang profesor di University of California, Los Angeles (UCLA), para peneliti memastikan bahwa bayi hingga usia 2,5 tahun membutuhan tidur REM agar otaknya berkembang baik.

Sebab, sekitar usia 2,5 tahun, aktivitas perkembangan ini tiba-tiba berhenti. Sejak usia itu hingga seseorang mati, otak menggunakan periode tidur REM untuk memperbaiki, memotong koneksi saraf, dan membersihkan puing-puing.

Bayi diketahui berada dalam REM selama 50% dari waktu tidurnya. Pada momen ini otak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tumbuh dan membuat koneksi baru.

Pada usia 10 tahun, jumlah tidur yang dihabiskan dalam REM menurun menjadi sekitar 25%, selanjutnya menurun menjadi 15% untuk orang dewasa di atas usia 50 tahun.

Meskipun hanya ada dua jenis tidur, yakni REM dan NREM (non-REM), ada empat tahap dalam siklus tidur: tiga tahap NREM dan satu tahap REM.

Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)

Selama tiga tahap NREM, tubuh bergerak dari keadaan terjaga ke tidur nyenyak. REM adalah tidur nyenyak, mata bergerak dari sisi ke sisi.

Jeffery Kingsley, MD, seorang dokter anak di Valley Children's Hospital di Madera, California, mendeskripsikan REM sebagai "seperti berada di film". Otak meninjau hal-hal yang terjadi saat terjaga dan mengatur ulang koneksi. Baik REM dan non-REM penting untuk pembelajaran dan ingatan.

Para peneliti percaya bahwa saat di mana kita bangun akan merusak bagian otak, dan kerusakan ini harus dibalik, diperbaiki dan dibersihkan saat kita dalam tidur REM.

Microglia adalah nama dari "Pac-Men" otak, yang berpatroli di otak untuk mencari dan melahap infeksi dan sel mati yang telah dipangkas dari sambungan otak selama perbaikan.

Beberapa peneliti menyarankan bahwa seiring bertambahnya usia, tidur kita rusak, yang dapat menurunkan kemampuan mikroglia untuk membersihkan. Ini meninggalkan puing-puing yang mungkin berkontribusi pada penurunan kognitif yang dialami oleh orang dewasa yang lebih tua.

Terlepas dari usia, otak membutuhkan semua tidur REM yang bisa didapatnya. Karena tidur REM sangat penting untuk semua kelompok umur, sebaiknya jangan membangunkan seseorang yang mungkin sedang dalam tidur REM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Semau Gue, Ini Lho Bahaya Pakai Rem Tangan Terlalu Lama

Jangan Semau Gue, Ini Lho Bahaya Pakai Rem Tangan Terlalu Lama

Otomotif | Minggu, 04 Oktober 2020 | 10:03 WIB

Ingin Sepeda Motor Matik Lebih Hemat, Coba Tips Ini

Ingin Sepeda Motor Matik Lebih Hemat, Coba Tips Ini

Riau | Kamis, 01 Oktober 2020 | 06:15 WIB

Gak Perlu Dumolid, Cuma 10 Detik Kamu Bisa Auto Tidur Nyenyak

Gak Perlu Dumolid, Cuma 10 Detik Kamu Bisa Auto Tidur Nyenyak

Jabar | Rabu, 30 September 2020 | 23:13 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB