WHO: Satu Bayi Lahir Meninggal Setiap 16 Detik

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 08 Oktober 2020 | 09:16 WIB
WHO: Satu Bayi Lahir Meninggal Setiap 16 Detik
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

Suara.com - Organisasi gabungan PBB, UNICEF, WHO, World Bank Group, Population Division of the United Nations Department of Economic and Social Affairs merilis angka perkiraan hampir 2 juta bayi lahir meninggal setiap tahunnya, atau tepatnya setiap 16 detik ada satu bayi yang lahir meninggal.

Mengutip situs WHO, Kamis (8/10/2020) 84 persen bayi lahir meninggal terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.

Berdasarkan laporan terbaru A Neglected Tragedy: The Global Burden of Stillbirths di 2019, 3 dari 4 kelahiran meninggal terjadi di Afrika sub Sahara atau Asia Selatan.

Bayi lahir meninggal adalah kondisi bayi yang tidak bernyawa atau tidak ada tanda kehidupan pada usia kehamilan 28 minggu (7 bulan) atau lebih.

Ilustrasi bayi yang baru lahir (Foto: shutterstock)
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Foto: shutterstock)

“Kehilangan anak saat melahirkan atau di periode kehamilan adalah tragedi yang menyesakkan bagi keluarga, yang sering dialami secara diam-diam, tapi terlalu sering terjadi di seluruh dunia,” kata Henrietta Fore, Direktur Eksekutif UNICEF.

Fore menyebut setiap 16 detik sekali para ibu di dunia menderita tragedi kelahiran meninggal. Selain hilangnya nyawa, beban psikologis dan finansial juga dialami perempuan, keluarga, dan masyarakat.

“Seharusnya yang dialami para ibu tidak seperti ini. Mayoritas bayi lahir meninggal bisa dicegah dengan pemantauan berkualitas tinggi, perawatan antenatal yang tepat, dan pendampingan bidan yang terampil,”sambung Fore.

Mirisnya, angka ini belum termasuk dampak pandemi Covid-19 yang diprediksi semakin meningkatkan jumlah bayi lahir meninggal secara global.

Menurunnya 50 persen layanan kesehatan bisa menyebabkan 200.000 bayi lahir meninggal tambahan selama 12 bulan terhadap orang berpenghasilan menengah ke bawah.

baca juga

Menurut laporan peneliti Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, 13 negara dapat mengalami peningkatan 20 persen atau lebih dalam bayi lahir meninggal selama periode 12 bulan.

Tanpa Covid-19 sebagian besar bayi lahir meninggal  disebabkan oleh buruknya kualitas pelayanan selama hamil dan melahirkan. Menurut laporan tersebut, kurangnya investasi di pelayanan antenatal dan intrapartum, kurangnya kekuatan tenaga keperawatan dan kebidanan jadi tantangan terbesar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Miris, Bayi Diduga Sengaja Ditularkan HIV Oleh Perempuan Zimbabwe

Miris, Bayi Diduga Sengaja Ditularkan HIV Oleh Perempuan Zimbabwe

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 06:02 WIB

Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus

Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:00 WIB

WHO: Vaksin Covid-19 Mungkin Siap Akhir Tahun

WHO: Vaksin Covid-19 Mungkin Siap Akhir Tahun

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 12:58 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×