Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 07 Oktober 2020 | 19:00 WIB
Setelah Puluhan Tahun, Ilmuwan Temukan Kemungkinan Penyebab Hidrosefalus
Ilustrasi bayi menderita hidrosefalus (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah bakteri yang baru ditemukan diduga menjadi penyebab hidrosefalus pada bayi. Menurut studi baru, bakteri ini 'bekerja sama' dengan virus untuk menyebabkan gangguan otak tersebut.

Gangguan otak hidrosefalus terjadi ketika adanya penumpukan cairan yang tidak normal di rongga otak. Jika tidak diobati sebelum anak berusia 2 tahun, kondisinya akan meningkatkan ukuran kepala, yang menyebabkan kerusakan otak.

Mayoritas dari penderita akan meninggal, sedangkan yang lainnya akan menjadi cacat fisik atau kognitif, demikian dilansir dari Live Science.

Setiap tahunnya, sekitar 400.000 kasus baru terdiagnosis pada bayi di seluruh dunia, tulis penelitian yang terbit di jurnal Science Translantional Medicine, pekan lalu.

Namun, sampai sekarang ilmuwan belum mengetahui secara pasti mikroba apa yang menginfeksi bayi, mengingat setengah dari kasus hidrosefalus terjadi setelah adanya infeksi. Gangguan ini dikenal sebagai 'hidrosefalus pasca infeksi'.

Ilustrasi bayi sakit (Pexels)
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Berangkat dari masalah ini, sekelompok peneliti internasional melakukan studi untuk memahami apa yang dapat menyebabkan hidrosefalus.

Diketuai oleh peneliti senior Steven J. Schiff, profesor ilmu teknik dan mekanik, bedah saraf dan fisika di Penn State, penelitian dilakukan di rumah sakit CURE Children's di Uganda.

Rumah sakit tersebut selama hampir 20 tahun telah menangani ribuan kasus hidrosefalus pada anak-anak.

Schiff dan timnya menganalisis darah dan cairan serebrospinal dari 100 bayi di bawah 3 bulan. Sejumlah 64 pasien di antaranya mengalami hidrosefalus pasca infeksi.

baca juga

Mereka mengirim sampel ke dua laboratorium berbeda untuk sekuensing DNA dan RNA, untuk mencari kemungkinan jejak materi genetik dari bakteri, virus, jamur dan parasit.

Mereka menemukan, banyak sampel dari pasien dengan hidrosefalus yang disebabkan infeksi mengandung bakteri 'aneh', yang masuk dalam strain Paenibacillus thiaminolyticus.

Penelitian juga menemukan beberapa bayi yang menderita hidrosefalus telah terinfeksi virus umum yang disebut cytomegalovirus (CMV).

Ilustrasi Bayi Prematur. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi menderita hidrosefalus. (Shutterstock)

Virus ini ditemukan pada 18 dari 64 sampel darah dari bayi dengan hidrosefalus pasca infeksi dan pada 9 dari 35 bayi dengan hidrosefalus bukan karena infeksi. CMV juga ditemukan pada sampel cairan serebrospinal dari 8 bayi dengan hidrosefalus pasca infeksi.

CMV ditemukan di seluruh dunia dan dapat menyebabkan gejala serius pada bayi, seperti kerusakan otak, kejang dan gagal tumbuh.

Di sisi lain, asal muasal bakteri masih misterius. Walau mungkin ditemukan di tanah atau air, Schiff mengatakan masih diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti di mana bakteri hidup.

Tetapi, penelitian ini hanya menemukan kolerasi antara kedua mikroba tersebut dengan hidrosefalus, bukan penyebab.

Mereka tidak yakin bagaimana virus dan bakteri terkait satu sama lain dan apakah mereka bekerja sama untuk menyebabkan penumpukan cairan di otak atau hanya 'kebetulan' ada di sana setelah gangguan otak terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Kondisi Langka, Bayi Ini Lahir Tanpa Anus dan Derita Hidrosefalus

Idap Kondisi Langka, Bayi Ini Lahir Tanpa Anus dan Derita Hidrosefalus

Health | Kamis, 06 Februari 2020 | 07:15 WIB

Anak Idap Hidrosefalus, Ibu Muda Sedih dan Bingung Ditinggal Suami

Anak Idap Hidrosefalus, Ibu Muda Sedih dan Bingung Ditinggal Suami

Health | Rabu, 04 Desember 2019 | 19:34 WIB

Kisah Pilu Dina yang Ditinggal Suami karena Anaknya Terlahir Hidrosefalus

Kisah Pilu Dina yang Ditinggal Suami karena Anaknya Terlahir Hidrosefalus

Jatim | Selasa, 03 Desember 2019 | 20:53 WIB

Terkini

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×