Kurangi Efeknya, Simak Pertolongan Pertama saat Terkena Gas Air Mata

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:59 WIB
Kurangi Efeknya, Simak Pertolongan Pertama saat Terkena Gas Air Mata
Ilustrasi gas air mata. (Shutterstock)

Suara.com - Gas air mata memang umum digunakan untuk menarik mundur massa dalam aksi unjuk rasa. Namun metode ini bisa berbahaya untuk kesehatan jika mengenai kulit atau selaput lendir. 

"Jika Anda terkena gas air mata, segera tinggalkan tempat kejadian untuk melakukan dekontaminasi dan meredakan gejala," saran seorang asisten pertama dan mahasiswa kedokteran Chinese University of Hong Kong (CUHK) yang berinisial JL pada South China Morning Post (SCMP).

JL juga menyarankan untuk tidak mengelap mata, namun tuangkan air di sudut mata, sehingga mengalir ke seluruh permukaan, dan seringlah berkedip. Lanjutkan selama 10 hingga 20 menit untuk mengurangi peradangan.

Melansir dari SCMP, gas air mata yang paling umum mengandung chlorobenzylidene-malononitrile atau CS, senyawa yang dilarang dalam peperangan. Ketika CS disemprotkan di udara, kandungan ini akan terutama mempengaruhi selaput lendir dan reseptor nyeri di sel saraf. Hal ini yang menyebabkan gejala menyakitkan sementara seperti batuk, pilek, radang kulit, dan sensasi terbakar di mata dan sistem pernapasan.

Dokter David Hui Shu-cheong, seorang ahli pengobatan pernafasan di CUHK, mengatakan bahwa sebagian besar gejala mereda dalam waktu satu jam setelah paparan gas air mata.

Melansir dari Aftermath, berikut empat hal yang perlu dilakukan jika terkena gas air mata. 

1. Cari Tempat Aman 

Secepat dan setenang mungkin, jauhkan diri Anda dari area yang dipenuhi gas.

2. Cari Angin

baca juga

Udara segar akan membantu meniupkan sisa bubuk gas air mata dari tubuh Anda dan akan mencegahnya kembali ke mulut atau mata Anda.

3. Bilas Mata dengan Air Dingin 

Lakukan pembilasan mata dari sudut dalam ke sudut luar, jangan biakan air menggenang terlalu lama di mata. 

Menurut Jason Odhner, seorang perawat di Phoenix, Amerika Serikat menyatakan bahwa untuk membersihkan mata, Anda bisa mengalirkan air atau cairan garam (saline solution) ke mata atau semprotkan secara lembut.

Ilustrasi efek gas air mata. [Suara.com/Arief Hermawan P
Ilustrasi efek gas air mata. [Suara.com/Arief Hermawan P

4. Bilas Pakaian dan Tubuh dengan Air Dingin 

Saat mandi setelah terpapar gas air mata, Anda disarankan untuk tidak mandi air panas. Sebab air panas akan membuka pori-pori dan memungkinkan bahan kimia meresap lebih dalam ke kulit yang mengakibatkan lebih banyak iritasi kulit. 

Anda juga tidak disarankan untuk berendam karena bisa mengumpulkan partikel gas air mata dalam air. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan, Mensos Salurkan Bansos di Jatim

Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan, Mensos Salurkan Bansos di Jatim

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:25 WIB

Jumlah Pasien Meninggal Akibat Corona di Sumut Jadi 453 Orang

Jumlah Pasien Meninggal Akibat Corona di Sumut Jadi 453 Orang

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:25 WIB

Ahli: Bela-Belain Senengin Orang Lain Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Ahli: Bela-Belain Senengin Orang Lain Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:27 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×