Ahli: Bela-Belain Senengin Orang Lain Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 08 Oktober 2020 | 10:27 WIB
Ahli: Bela-Belain Senengin Orang Lain Berbahaya untuk Kesehatan Mental
Ilustrasi terlalu ingin senangkan orang lain. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

Suara.com - Menjadi orang yang menyenangkan memang memabantu dalam kehidupan sosial. Namun terlalu berusaha menyenangkan semua orang malah akan berdampak negatif pada kesehatan mental Anda. 

Pikirkan apakah yang Anda lakukan adalah demi orang lain atau memang memabuat Anda senang. Dalam hal ini, Dokter Ramon Llamba terapis dan psikologis dari India menyatakan bahwa mulanya menyenangkan semua orang akan membuat lega, namun bisa menjadi masalah mental jika orang lain tidak memperlakukan Anda dengan cara yang sama. 

“Bagi sebagian orang, menyenangkan orang lain menjadi mekanisme koping. Mereka berusaha keras untuk menyenangkan orang lain. Mereka melakukannya untuk mencari perhatian, cinta, dan perhatian” jelas Llamba. 

"Setelah beberapa lama, itu menjadi pola dan sebelum mereka menyadarinya, serta menjadi kecenderungan," imbuhnya.

Namun, saat mereka tidak mendapatkan imbalan apapun dari usaha menyenangkan orang lain, maka masalah mental mulai terjadi.  “Mereka mungkin memiliki ekspektasi, dan jika tidak dipenuhi maka mereka terjebak dalam keluhan diri sendiri yang bisa menyebabkan stres berat,” tambahnya.

Menurut Llamba, terus-menerus berusaha menyenangkan orang lain tidak bagus untuk kesehatan mental, terutama jika Anda memiliki ekspektasi tertentu. 

“Orang-orang seperti itu cenderung mencari penerimaan dan persetujuan. Mereka menjadi tidak aman dalam hubungan. Mereka berpikir jika mereka tidak bertindak baik maka tidak ada yang akan mencintai mereka ”, kata Dr. Llamba.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Shutterstock)
Ilustrasi stres karena orang lain. (Shutterstock)

Sayangnya, perilaku negatif ini juga bisa berubah menjadi mode self-bashing atau menyalahkan diri sendiri. Ini mengarah pada penumpukan tekanan internal dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental.

"Gangguan perhatian, depresi, dan gangguan bipolar adalah beberapa masalah kesehatan mental paling umum yang terlihat pada orang yang memiliki kebiasaan menyenangkan orang lain," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penderita Gangguan Mental di Tengah Praktik Pasung dan Covid-19

Penderita Gangguan Mental di Tengah Praktik Pasung dan Covid-19

News | Rabu, 07 Oktober 2020 | 18:24 WIB

Tempat Ini Terapkan Terapi Tertawa Guna Cegah Stres Saat Pandemi Covid-19

Tempat Ini Terapkan Terapi Tertawa Guna Cegah Stres Saat Pandemi Covid-19

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:08 WIB

Studi: Anak yang Alami Pubertas Dini Berisiko Melukai Diri Sendiri

Studi: Anak yang Alami Pubertas Dini Berisiko Melukai Diri Sendiri

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 11:06 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB