Kadar Asam Urat Tinggi? Turunkan dengan 3 Cara Alami Berikut!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 07:30 WIB
Kadar Asam Urat Tinggi? Turunkan dengan 3 Cara Alami Berikut!
Ilustrasi nyeri sendi. [Shutterstock/Dirima]

Suara.com - Asam urat diproduksi saat tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Sebenarnya, asam urat dimaksudkan sebagai produk limbah, yang akan dikeluarkan melalui urine.

Namun, jika asam urat dalam darah tidak disaring, dan menimbulkan kadar asam urat tinggi atau hiperurisemia, maka dapat menyebabkan pembentukan kristal.

Pada akhirnya ketika kristal mengendap di sendi, akan menyebabkan penyakit asam urat. Bagi wanita, kadar asam urat harus di bawah 6 mg/dL, sednagkan pria harus di bawah 7 mg/dL.

Jika kadar asam urat terlalu tinggi, berikut beberapa cara terbaik untuk menurunkannya secara alami, dilansir dari Insider:

1. Makan makanan yang mengandung sedikit purin

Purin adalah bahan kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan juga ditemukan dalam makanan tertentu.

"Kebanyakan orang makan lebih banyak (purin) daripada yang mereka kira," kata Dr. Monya De , seorang internis di Los Angeles.

Berikut makanan dengan kadar purin tinggi:

  • Daging organ dalam, seperti hati atau ginjal.
  • Kerang dan ikan berminyak, seperti teri dan tuna.
  • Sayuran, termasuk asparagus, jamur, dan bayam.

Sedangkan makanan di bawah ini memiliki kadar purin rendah:

baca juga
  • Kacang dan selai kacang.
  • Telur.
  • Produk susu rendah lemak atau tanpa lemak, termasuk keju, susu, dan yogurt.
  • Ceri.

2. Konsumsi lebih banyak vitamin C

Beberapa peneliti menemukan vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

Dalam sebuah studi 2005 yang terbit dalam Arthritis & Rheumatism menunjukkan peserta yang mengonsumsi suplemen vitamin C 500 mg setiap hari selama dua bulan memiliki kadar asam urat yang jauh lebih rendah.

Namun, hal ini tidak berefek sama pada orang yang sudah menderita penyakit asam urat.

Ilustrasi nyeri sendi, terkilir, keseleo. (Shutterstock)
Ilustrasi nyeri sendi (Shutterstock)

3. Batasi alkohol dan minuman manis

Alkohol meningkatkan purin dalam darah. Bir mengandung purin paling banyak, sedangkan anggur paling sedikit. Minuman ringan yang mengandung gula juga dikaitkan dengan peningkatan kadar asam urat.

Ketika tubuh memecah fruktosa, gula alami dalam minuman ini menghasilkan purin, yang kemudian membentuk asam urat. Secara keseluruhan, mengamati apa yang dimakan dan menjaga berat badan yang sehat dapat membantu menurunkan kadar asam urat.

Namun, bagi sebagian orang, itu mungkin tidak cukup. Beberapa orang harus minum obat yang dapat mengurangi kadar asam urat secara efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rasa Terbakar di Telapak Kaki Bisa Jadi Tanda Asam Urat, Lakukan 3 Hal Ini!

Rasa Terbakar di Telapak Kaki Bisa Jadi Tanda Asam Urat, Lakukan 3 Hal Ini!

Health | Kamis, 10 September 2020 | 13:23 WIB

Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat

Kurang Gerak, Pandemi Virus Corona Covid-19 Tingkatkan Risiko Asam Urat

Health | Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:31 WIB

Meski Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Aman Mengonsumsi Minyak Ikan

Meski Tinggi Purin, Penderita Asam Urat Aman Mengonsumsi Minyak Ikan

Health | Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:45 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB