Meski Mirip, Begini Bedanya Serangan Kepanikan dan Kecemasan

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 11 Oktober 2020 | 11:52 WIB
Meski Mirip, Begini Bedanya Serangan Kepanikan dan Kecemasan
Ilustrasi cemas atau khawatir [Shutterstock]

Suara.com - Serangan panik dan kecemasan sering kali disamakan karena memiliki gejala mental dan fisik yang mirip. Padahal keduanya merupakan peristiwa mental yang berbeda.

Melansir dari Insider, serangan panik adalah gelombang kecemasan intens yang mungkin datang secara tidak terduga dan tidak selalu memiliki pemicu yang jelas.

Sementara serangan kecemasan muncul sebagai bentuk ledakan kecemasan yang biasanya didahului oleh perasaan khawatir atau stres. Saat mengalami kecemasan, Anda bisa menyadari penyebabnya.

Serangan panik adalah serangan rasa takut yang tiba-tiba. Kondisi ini sering kali ditandai secara fisik dengan jantung berdebar kencang, dada sesak, atau mual. Namun jika serangan panik terjadi terlalu sering, maka Anda bisa saja mengalami gangguan kepanikan.

Ilustrasi perempuan tutupi wajahnya. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan tutupi wajahnya. (Shutterstock)

Gangguan panik sendiri ditandai dengan serangan panik yang terjadi berulang. Kondisi ini berkembang menjadi ketakutan akan serangan panik yang memengaruhi kehidupan sehari-hari.

Melansir dari Insider, ada 13 gejela yang menandai serangan paik, antara lain:

  • Denyut jantung meningkat
  • Sesak napas atau sulit bernapas
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Sensasi tersedak
  • Nyeri dada
  • Mual atau ketidaknyamanan perut
  • Kepala terasa ringan atau pusing
  • Merasa tiba-tiba dingin atau panas
  • Mati rasa atau kesemutan di bagian tubuh tertentu
  • Perasaan terlepas dari diri sendiri atau kenyataan
  • Rasa ketakutan bahwa Anda akan mati
  • Takut bahwa Anda kehilangan kendali

Orang dengan serangan panik paling tidak mengalami 4 gejala di atas.

Sementara itu, menurut Anthony Puliafico, PhD, seorang psikolog klinis di Universitas Columbia dan direktur Klinik Universitas Columbia menyatakan bahwa serangan kecemasan adalah gelombang kecemasan mental.

Serangan kecemasan biasanya disebabkan oleh perasaan cemas atau stres. Meskipun bisa menyerupai serangan panik, serangan kecemasan mungkin tidak terlalu berpengaruh kuat pada fisik.

Ilustrasi cemas. (Shutterstock)

Sarah O'Rourke, PhD, seorang psikolog klinis di Duke Health menyatakan bahwa serangan kecemasan sering kali digambarkan sebagai gejolak gangguan kecemasan umum. Serangan kecemasan mungkin menunjukkan gejala yang mirip dengan serangan panik, meskipun tidak separah panik, antara lain:

  • Sakit dada
  • Panas dingin
  • Denyut jantung meningkat
  • Sakit kepala ringan
  • Berkeringat
  • Ketakutan 

Serangan kecemasan juga bisa menimbulkan gangguan kecemasan jika terjadi berulang dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meghan Markle Jadi Korban Kekerasan Sejak Menikah Dengan Pangeran Harry

Meghan Markle Jadi Korban Kekerasan Sejak Menikah Dengan Pangeran Harry

Sulsel | Minggu, 11 Oktober 2020 | 08:38 WIB

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Awas Toxic Relationship Orangtua dan Anak

Health | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:28 WIB

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ketahui 8 Penyakit Mental Paling Umum

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Ketahui 8 Penyakit Mental Paling Umum

Health | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 16:28 WIB

Terkini

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05 WIB

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis  Redakan Wasir dengan Cara Alami

Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami

Health | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:29 WIB

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:50 WIB

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW

Health | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:06 WIB

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB