WHO Tak Sarankan Lockdown untuk Kendalikan Pandemi Covid-19, Kenapa?

Vania Rossa

Senin, 12 Oktober 2020 | 12:34 WIB
WHO Tak Sarankan Lockdown untuk Kendalikan Pandemi Covid-19, Kenapa?
Ilustrasi lockdown (Unsplash/Matt Seymour)

Suara.com - Selama ini, lockdown atau karantina wilayah telah dilakukan banyak negara untuk membatasi penyebaran virus corona. Namun Badan Kesehatan Dunia atau WHO, melalui Utusan Khusus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Urusan Pandemi COVID-19, dr. David Nabarro, mengatakan bahwa lembaga itu tidak menganjurkan lockdown sebagai jalan utama untuk mengendalikan pandemi Covid-19.

"Kami meminta kepada semua pemimpin dunia untuk berhenti menggunakan lockdown sebagai metode utama pengendalian (wabah). Kembangkan sistem yang lebih baik untuk hal ini," kata Nabarro dalam sebuah wawancara dengan The Spectator, media yang berbasis di Inggris.

Langkah lockdown yang diambil beberapa negara dikritisi Nabarro lantaran terkait dengan dampak kesulitan ekonomi dan kemiskinan secara global. Ia mengambil contoh sektor pariwisata, seperti di Karibia atau wilayah Pasifik yang terpukul karena tidak ada turis.

"Lihatlah yang terjadi dengan tingkat kemiskinan, tampaknya kita akan mengalami angka kemiskinan dunia yang berlipat ganda pada tahun depan. Sesungguhnya ini adalah malapetaka global yang mengerikan," ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

"Lockdown hanya memberikan satu konsekuensi yang tidak boleh diremehkan, yaitu membuat masyarakat miskin menjadi jauh lebih miskin," kata Nabarro menegaskan.

Menurutnya, lockdown hanya dibenarkan untuk memberikan waktu kepada pemerintah agar dapat mengatur, mengelompokkan, dan menyeimbangkan kembali sumber daya, untuk selanjutnya mengambil jalan tengah dalam penanganan pandemi.

Dalam sebuah artikel di 4sd.info, laman internet mengenai upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan, Nabarro menyatakan bahwa kondisi saat ini memang menjadi tantangan yang rumit bagi para pemimpin negara.

"Diperlukan suatu jalan tengah, karena terlalu banyak pembatasan akan merusak kehidupan masyarakat dan memancing kebencian, sementara 'virus yang dibiarkan menyebar' akan menimbulkan banyak kematian," tulis Nabarro.

Jalan tengah itu, kata Nabarro, dapat diterapkan dengan tiga hal yang saling berkaitan, yakni langkah pencegahan setiap saat, layanan tes-telusur-isolasi, serta kebijakan yang jelas dari para pengambil kebijakan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Olahraga Ringan Pengusir Jenuh Saat Pandemi Covid-19

Tiga Olahraga Ringan Pengusir Jenuh Saat Pandemi Covid-19

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 08:10 WIB

Teleterapi di Masa Pandemi, Psikolog Asal AS Ini Beberkan Tantangannya

Teleterapi di Masa Pandemi, Psikolog Asal AS Ini Beberkan Tantangannya

Video | Senin, 12 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Astronot Inggris Sebut Lockdown Lebih Membuat Setres daripada Luar Angkasa

Astronot Inggris Sebut Lockdown Lebih Membuat Setres daripada Luar Angkasa

News | Senin, 12 Oktober 2020 | 08:11 WIB

Terkini

Kendal Tornado FC Siap Redam Tekanan Manahan, Stefan Keeltjes Tekankan Mental Pemain

Kendal Tornado FC Siap Redam Tekanan Manahan, Stefan Keeltjes Tekankan Mental Pemain

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Tak Cuma Cibinong, DPR Desak Bangunan Tak Sesuai di Lapas Lain Dibongkar!

Tak Cuma Cibinong, DPR Desak Bangunan Tak Sesuai di Lapas Lain Dibongkar!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Timnas Indonesia vs Bangladesh: Starting XI Sudah Bocor 7 Jam Sebelum Kick Off

Timnas Indonesia vs Bangladesh: Starting XI Sudah Bocor 7 Jam Sebelum Kick Off

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Temukan Bekas CCTV Lapas Cibinong, Anggota DPR Hujat Kalapas: Kurang Ajar!

Temukan Bekas CCTV Lapas Cibinong, Anggota DPR Hujat Kalapas: Kurang Ajar!

Video | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Bongkar Sel Mewah Tanpa Audit Forensik, Perobohan di Lapas Cibinong Blunder Hukum atau Kesengajaan?

Bongkar Sel Mewah Tanpa Audit Forensik, Perobohan di Lapas Cibinong Blunder Hukum atau Kesengajaan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Dapur MBG Ditutup, 13 Ribu Mitra Terlilit Utang! DPR Janji Mediasi dengan BGN

Dapur MBG Ditutup, 13 Ribu Mitra Terlilit Utang! DPR Janji Mediasi dengan BGN

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Jadi Wamenkeu usai Dipecat Purbaya, Luky Alfirman: Kemarin Saya Hibernasi

Jadi Wamenkeu usai Dipecat Purbaya, Luky Alfirman: Kemarin Saya Hibernasi

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Khofifah Dorong Museum Mpu Tantular Jatim lewat Kolaborasi dengan Rahmat Museum

Khofifah Dorong Museum Mpu Tantular Jatim lewat Kolaborasi dengan Rahmat Museum

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Review Hanuman Ansh: Mukjizat Lebih Mudah Dipercaya Ketimbang Manusianya

Review Hanuman Ansh: Mukjizat Lebih Mudah Dipercaya Ketimbang Manusianya

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Sedang Berlangsung! Link Gratis Partai Hidup Mati Timnas Indonesia vs Bangladesh Malam Ini

Sedang Berlangsung! Link Gratis Partai Hidup Mati Timnas Indonesia vs Bangladesh Malam Ini

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:58 WIB

×