Sering Cemas dan Stres, Apa Benar Masalah Kejiwaan? Ini Cara Mengetahuinya

M. Reza Sulaiman | Luthfi Khairul Fikri | Suara.com

Rabu, 14 Oktober 2020 | 20:59 WIB
Sering Cemas dan Stres, Apa Benar Masalah Kejiwaan? Ini Cara Mengetahuinya
Ilustrasi kesehatan jiwa. (Shutterstock)

Suara.com - Cemas dan stres rentan menyerang masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Bagaimana membedakannya dengan masalah kejiwaan serius?

Menurut Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) stres dan cemas bisa saja berkembang menjadi gangguan kejiwaan yang lebih berat.

Untuk itu, pemeriksaan alias skrining menjadi cara untuk mencari tahu apakah stres dan cemas bisa berkembang menjadi depresi.

Ketua Umum PDSKJI DR. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS mengakui sejak pandemi pihaknya berupaya hadir untuk masyarakat dengan meluncurkan Swaperiksa Web guna mencegah kepanikan massal, sekaligus membantu menangani kejiwaan masyarakat.

"Mereka bisa melakukan mengakses layanan psikologi klinis selama pandemi Covid-19 secara gratis," ujar Diah dalam pernyataannya kepada awak media secara virtual pada Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, program Swaperiksa Web juga bisa diperuntukan melalui layanan tatap muka dengan melakukan janjian antara pasien serta tenaga professional tersebut dan yang terpenting tetap mengikuti protokol kesehatan, lalu layanan telekonseling, hingga layanan teks.

Tes Kejiwaan, Harus ke Psikolog atau Psikiater?

Diah juga menyarankan bahwa masyarakat yang memiliki gejala gangguan kejiwaan untuk segera memeriksa dirinya sedini mungkin, baik bisa melalui seorang psikolog ataupun seorang psikiater.

Lebih lanjut kata dia, psikolog dan psikiater memiliki fungsi yang berbeda. Psikolog merupakan ahli psikologi yang mampu mengatasi masalah kejiwaan dan mendiagnosis lewat psikoterapi dengan melihat gejala psikologis.

Sedangkan psikiater adalah tenaga medis yang telah menempuh pendidikan kedokteran spesialis kejiwaan. Dalam penanganan pasien, psikiater biasanya akan memberikan obat-obatan kepada pasiennya.

Sementara untuk menentukan apakah seseorang harus berobat ke psikolog atau psikiater, harus dilihat dari gejala yang timbul. Umumnya pada gejala sedang menuju berat maka perlu berobat ke psikiater.

Diah mencontohkan gejala yang menandakan seseorang harus berobat ke psikiater yakni kecemasan tingkat tinggi seperti menimbulkan gejala panik yang membuat seseorang memiliki rasa takut berlebihan, dan tidak berani ketemu orang lain.

"Jadi kondisi itu artinya sudah membutuhkan pengobatan psikotropika untuk meredakan gejala-gejala tersebut, agar pasien tersebut ditangani dengan baik. Sebaliknya, sedangkan jika seseorang mengalami gejala kejiwaan ringan maka disarankan cukup hanya melalui tenaga psikolog," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:29 WIB

Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update

Anxiety Tidak Berbahaya, Itu Tandanya Sistem Tubuhmu Sedang Update

Your Say | Kamis, 02 April 2026 | 12:41 WIB

Mengurai Overthinking dengan Pendekatan Islami di Buku "Peta Jiwa"

Mengurai Overthinking dengan Pendekatan Islami di Buku "Peta Jiwa"

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan

Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan

Your Say | Rabu, 04 Maret 2026 | 15:43 WIB

Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?

Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?

Your Say | Selasa, 24 Februari 2026 | 06:38 WIB

The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun

The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun

Your Say | Rabu, 18 Februari 2026 | 21:50 WIB

The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam

The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam

Your Say | Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:13 WIB

Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!

Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:21 WIB

Seni Mengelola Cemas untuk Hidup yang Lebih Tenang di Buku Bye-Bye Anxiety

Seni Mengelola Cemas untuk Hidup yang Lebih Tenang di Buku Bye-Bye Anxiety

Your Say | Senin, 09 Februari 2026 | 06:13 WIB

Terkini

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB