2 Jenis Diet Ini Sebaiknya Tidak Dilakukan dalam Jangka Panjang

Vania Rossa

Kamis, 15 Oktober 2020 | 07:56 WIB
2 Jenis Diet Ini Sebaiknya Tidak Dilakukan dalam Jangka Panjang
Ilustrasi diet. (Shutterstock)

Suara.com - Diet menjadi salah satu jalan keluar bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Tapi, sebelum memilih jenis diet yang akan dilakukan, ada baiknya Anda mencari informasi lebih dulu mengenai penerapan diet tersebut agar efektif dalam mencapai tujuan. Karena salah menerapkan diet, kesehatan Anda bisa jadi taruhannya.

Berikut dua jenis diet yang lebih aman jika diterapkan sebentar, dan sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang, menurut dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Juwalita Surapsari, SpGK, dalam webinar "Weight Loss Diet: Mana yang Terbaik?", Rabu (14/10/2020), dikutip dari Antara.

1. Diet Keto
Diet keto yang sempat populer belakangan ini adalah salah satu yang aman bila dilakukan dalam jangka pendek, yakni mulai dari periode tiga pekan hingga 6-12 bulan.

Dikatakan dr. Juwalita, diet keto bisa menstimulasi fat loss dan memperbaiki metabolisme tubuh. Ia menjelaskan bahwa pada jangka waktu tiga hingga enam bulan, berat badan memang bisa lebih cepat turun saat menjalani diet keto dibandingkan diet konvensional. "Tapi pada 12 bulan tidak berbeda (hasilnya)," katanya.

Berat badan bisa cepat turun sebab rasa lapar berkurang berkat asupan protein yang bersifat lebih menyenangkan. Selain itu, pembakaran lemak lebih tinggi dan penumpukan lemak lebih sedikit. Pada diet keto, metabolisme meningkat karena tubuh membentuk gula di dalam tubuh dan efek termis protein yang tinggi.

Namun ia mewanti-wanti agar diet keto diterapkan dengan asupan protein normal dan tidak berlebihan. Begitu juga dengan pemilihan lemak. Jika makanan yang dipilih ternyata tinggi lemak jenuh serta kolesterol, justru meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah karena kolesterol LDL meningkat.

Risiko juga bisa hadir bila Anda memilih tidak mengonsumsi sayur mayur, buah, kacang-kacangan, dan whole grain tidak dikonsumsi dengan alasan ingin asupan rendah karbohidrat. Sebab, makanan-makanan itu mengandung serat yang bermanfaat melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kurangnya konsumsi serat juga dapat menimbulkan sulit buang air besar.

2. Diet intermitten fasting
Ada beberapa cara puasa yang bisa dilakukan, yakni puasa dua hari dalam sepekan, puasa 24 jam dalam 1-3 hari tiap pekan, atau mengonsumsi kalori hanya pada periode 8-12 jam per hari.

Metode ini membuat orang lebih leluasa karena tidak ada pembatasan pilihan makanan. Ini pun efektif untuk orang yang ingin menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Penurunan berat badan bisa mencapai 2,5 hingga 9,9 persen, sudah termasuk massa lemak.

baca juga

Namun intermitten fasting tak mudah dilakukan, sehingga banyak orang yang menyerah untuk menjalankannya terus-menerus. Selain itu, intermitten fasting juga tidak dianjurkan pada orang dengan diabetes berisiko hipoglikemia.

"Pada dasarnya orang menjadi gemuk karena ada surplus energi," kata dr. Juwalita. Asupan energi dari makanan yang jauh lebih banyak dari energi yang dikeluarkan menimbulkan kegemukan.

Selain dari aktivitas fisik seperti olahraga, energi dipakai tubuh untuk laju metabolisme dasar. Semakin tua seseorang, pembakaran kalori pun melambat sehingga semakin sulit untuk menurunkan berat badan.

Pemilihan makanan yang disantap juga penting. Juwalita juga menjelaskan soal efek termis makanan, yakni energi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme. Protein dan makanan yang tidak mengalami banyak proses olahan memberikan efek termis yang lebih tinggi ketimbang karbohidrat dan lemak. Jadi, energi yang dikeluarkan pun semakin besar.

"Jadi tidak semata-mata mengurangi asupan makanan dan olahraganya dikencengin," kata dia. Ia menyarankan orang-orang untuk memilih diet yang bisa dilakukan dalam jangka panjang serta menerapkan defisit kalori.

Jangan pilih diet yang memberi iming-iming berat badan turun tanpa perlu olahraga, sebab diet harus diimbangi dengan olahraga yang benar. Bila perlu, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perencanaan makanan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menu Makanan Ini Ternyata Cocok untuk Diet

Menu Makanan Ini Ternyata Cocok untuk Diet

Video | Kamis, 15 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Bolehkah Pasien PCOS untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi

Bolehkah Pasien PCOS untuk Diet? Ini Kata Ahli Gizi

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:05 WIB

Cepat Turunkan Berat Badan, Diet DEBM Bisa Bikin Pusing Sampai Kematian

Cepat Turunkan Berat Badan, Diet DEBM Bisa Bikin Pusing Sampai Kematian

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:11 WIB

Terkini

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Jejak Don Rare di Desa Les: Merawat Tradisi Bali Utara Bersama Astra

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Gaji ASN Naik di 2027? Ini Kata Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

PFII Siap Hadirkan Ekosistem Investasi Berstandar Dunia dan Digital

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

4 Hair Oil untuk Rambut Diwarnai agar Tetap Lembut dan Tidak Mudah Kering

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Gaya Hidup Early Risers: 4 Alasan Rutinitas Pagi Makin Sempurna dengan Perlindungan yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:51 WIB

Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang

Cemburu, Sang Istri Nekat Potong Alat Vital Suami dengan Celurit di Lumajang

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:49 WIB

Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Flores Gempa 7,0, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Video | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:44 WIB

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:43 WIB

×