Cepat Turunkan Berat Badan, Diet DEBM Bisa Bikin Pusing Sampai Kematian

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:11 WIB
Cepat Turunkan Berat Badan, Diet DEBM Bisa Bikin Pusing Sampai Kematian
Ilustrasi sakit kepala. (Shutterstock)

Suara.com - Diet enak bahagia menyenangkan atau DEBM belakangan populer di masyarakat dengan pola makan rendah karbohidrat. Tetapi tidak diketahui pasti berapa batasan karbohidrat boleh dikonsumsi dalam menjalan program yang dikenalkan oleh seorang bernama Robert Hendrik Liembono tersebut.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Juwalita Surapsari M. Gizi, Sp.GK mengatakan bahwa dalam kurun waktu 3-6 bulan, diet rendah karbohidrat memang lebih cepat menurunkan berat badan. Tetapi juga memiliki risiko jangka pendek dan panjang.

"Dalam waktu 3-6 bulan, low carb diet memang lebih cepat turunkan berat badan. Tapi setelah 12 bulan angkanya juga sudah hampir sama dengan diet konvensional," kata Juwalita dalam webinar yang diselenggarakan RS Pondok Indah, Rabu (14/10/2020). 

Juwalita menjelaskan, jika melakukan diet sangat rendah karbohidrat, efek jangka pendek bisa berakibat sakit kepala atau pusing, dehidrasi, juga susah buang air besar. Kondisi itu disebabkan karena otak kekurangan glukosa yang menjadi sumber energi. 

Ilustrasi DEBM. (Shutterstock)

Selain itu dehidrasi disebabkan karena karbohidrat yang bertugas mengikat air, tetapi karena asupannya dikurangi otomatis tubuh juga sebenarnya kehilangan cairan. Sedangkan kesulitan BAB lantaran kurang serat dari buah, sayur, dan kacang-kacangan. 

"Karbohidrat tidak hanya di nasi, mie, kentang atau roti. Tapi juga ada di buah, sayur, susu, kacang-kacangan. Tergantung DEBM ini kalau karbo sangat rendah tentunya jangka panjang akan muncul keluhan sakit kepala," jelasnya.

Sedangkan efek jangka panjang, Juwalita menyampaikan, berdasarkan jurnal kesehatan tahun 2018 tentang studi rendah karbohidrat selama 25 tahun bisa meningkatkan angka kematian lebih cepat dibandingkan orang yang melakukan diet seimbang.

Dokter rumah sakit Pondok Indah itu mengingatkan, diet karbohidrat juga harus memperhatikan sumber nutrisi pengganti seperti protein dan lemak. Karena asupan karbohidrat dikurangi, tentunya kadar protein dan lemak jadi lebih tinggi agar proses pembakaran kalori lebih cepat.

"Kalau mengganti dengan makanan dari protein dan lemak nabati akan menunjang kesehatan. Pilihlah lemak dan protein nabati yang baik untuk kesehatan," ujarnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Gizi: Ibu Menyusui Boleh Diet 3 Bulan Pascamelahirkan

Ahli Gizi: Ibu Menyusui Boleh Diet 3 Bulan Pascamelahirkan

Health | Rabu, 14 Oktober 2020 | 12:37 WIB

Rendah Kalori, Kamu Bisa Pesan Menu Starbucks Ini saat Diet

Rendah Kalori, Kamu Bisa Pesan Menu Starbucks Ini saat Diet

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:57 WIB

Bingung Menstruasi Bikin Berat Badan Naik? Ternyata Ini Sebabnya

Bingung Menstruasi Bikin Berat Badan Naik? Ternyata Ini Sebabnya

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2020 | 07:48 WIB

Terkini

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

×