Pakar Sebut Orang Dewasa Juga Butuh Vaksin, Apa Alasannya?

Risna Halidi Suara.Com
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 06:30 WIB
Pakar Sebut Orang Dewasa Juga Butuh Vaksin, Apa Alasannya?
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Bukan hanya apada anak, vaksin juga dibutuhkan oleh orang dewasa. Hal tersebut diungkapkan oleh Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus seorang vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe, M .Sc, Sp.PD dalam diskusi FMB virtual, Kamis (15/10).

Ia mengatakan, vaksinasi bagi orang dewasa perlu dilakukan terutama jika saat kecil belum mendapat vaksinasi sama sekali.

Tidak hanya itu, Dirga juga menyinggung bagaimana sebagian besar vaksin memerlukan pengulangan dan merupakan kelanjutan vaksinasi pada saat anak-anak.

"Artinya pada saat kecil sudah pernah divaksinasi, tapi pada saat dewasa perlu diulang karena proteksi vaksinnya sudah habis atau perlu ditingkatkan lagi," kata Dirga seperti yang Suara.com kutip di Antara, Jumat (16/10).

Selain itu, urgensi vaksinasi untuk orang dewasa adalah adanya risiko pekerjaan, misal, pada seseorang yang berprofesi sebagai tenaga medis, hingga orang yang hendak bepergian dan membutuhkan vaksin seperti vaksin meningitis.

Ia melanjutkan, setidaknya ada 15 jenis vaksin yang direkomendasikan untuk dilakukan pada orang dewasa seperti Hepatitis A/B dan tetanus.

Secara spesifik, terutama selama pandemi seperti saat ini, mengutip dari WHO, Dirga juga menyarankan agar orang dewasa mendapatkan vaksinasi influenza dan pneumonia.

Mengutip data WHO, Dirga mengatakan setidaknya setiap tahun ada dua sampai tiga juta nyawa terselamatkan dari penyakit-penyakit yang bisa dicegah berkat vaksin.

"Ini proses bioteknologi yang sangat kompleks, sehingga sesudah pada hasil akhirnya terjamin amannya dan kualitasnya sehingga dapat diberikan secara massal," kata Dirga.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia April 2021 dan 4 Berita Kesehatan Lainnya

Meski begitu, Dirga tak memungkiri adanya efek samping pada beberapa jenis vaksin. Dia menyebut sebanyak 95 persen vaksin memiliki efek samping sangat ringan atau lokal seperti nyeri di bekas suntikan.

Beberapa vaksin juga dapat menyebabkan demam. Meski demikian, ia meyakinkan demam setelah vaksin merupakan tanda bahwa vaksin tengah bekerja dan sistem kekebalan tengah terstimulasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI