Studi Ungkap Seks Bebas Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 15 Oktober 2020 | 21:45 WIB
Studi Ungkap Seks Bebas Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Suara.com - Perilaku seks bebas bukan hanya berisiko penularan penyakit kelamin. Tetapi juga bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. Seks bebas juga umum terjadi pada hubungan asmara tanpa komitmen. 

Peneliti Kinsey Institute Justin Garcia dan timnya dari Binghamton University menyampaikan beberapa risiko dari seks bebas yang diketahui umum seperti tertular Penyakit Menular Seks (PMS) juga kehamilan yang tidak diinginkan.

Selain itu, jika anak muda tidak cukup dididik tentang seks, dapat mengakibatkan pemerkosaan dan tindakan yang merusak kesehatan mental. 

Seks dalam hubungan tanpa komitmen sering kali dikaitkan dengan rasa malu dan kurangnya harga diri. Banyak yang menyesali dan merasa malu atas perbuatannya sementara yang lain membanggakan pencapaian ini. 

Ilustrasi hubungan seks di tempat gelap. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan seks di tempat gelap. (Shutterstock)

Dikutip dari Times of India, penelitian telah menemukan bahwa wanita merasa lebih sulit untuk melakukan hubungan seks tanpa komitmen. Sebagian besar masyarakat masih percaya bahwa wanita harus tetap perawan sebelum menikah. Sementara tidak masalah bagi pria untuk membanggakan kebiasaan seks bebas tanpa ikatan. 

Bias standar ganda itu telah menimbulkan banyak spekulasi dan teori bahwa perbedaan biologis dan sosial budaya saling terkait. Pria secara biologis lebih besar dan dimuliakan oleh masyarakat sementara wanita sering dipandang rendah.

Tim peneliti Garcia meninjau kembali bahwa hubungan secara perlahan menghancurkan kondisi pikiran orang. Pertama, mereka mulai mempertanyakan apakah melakukan hubungan seks di luar nikah tindakan etis. Mereka merasa seperti telah melanggar standar internal.

Beberapa merasa malu, diliputi rasa bersalah dan memiliki masalah harga diri yang rendah. Tekanan dari teman sering berpengaruh dalam menempatkan ketidaknyamanan pada pikiran.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang merasa tertekan dan kesepian setelah melakukan hubungan seks tanpa komitmen daripada sebelumnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semua Sepakat, Tertawa Bisa Jadi Solusi Hadapi Stres di Masa Pandemi

Semua Sepakat, Tertawa Bisa Jadi Solusi Hadapi Stres di Masa Pandemi

Health | Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:41 WIB

Stres hingga Merasa Terisolasi, Masalah Mental Pria selama Pandemi

Stres hingga Merasa Terisolasi, Masalah Mental Pria selama Pandemi

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 14:41 WIB

Survey: Pegawai Perempuan Lebih Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi

Survey: Pegawai Perempuan Lebih Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi

Health | Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×