Studi: Perempuan Muda dengan Serangan Jantung Lebih Mungkin Alami Kematian

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 13:21 WIB
Studi: Perempuan Muda dengan Serangan Jantung Lebih Mungkin Alami Kematian
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Studi baru menunjukkan bahwa perempuan usia 50 tahun ke bawah lebih mungkin meninggal dalam beberapa tahun setelah terkena serangan jantung daripada pria. Penelitian ini telah diterbitkan dalam European Heart Journal.

Melansir dari Independent, kondisi tersebut bisa dipicu karena faktor risiko merokok, diabetes, depresi, dan psikososial yang memiliki efek lebih buruk pada perempuan ketimbang laki-laki.

Penulis utama Profesor Ron Blankstein dari Harvard Medical School di Amerika Serikat mengatakan bahwa kemungkinan terkena serangan jantung pada perempuan di usia muda lebih kecil daripada laki-laki. Tetapi risiko meninggal di tahun-tahun berikutnya akibat serangan jantung pada perempuan malah lebih tinggi.

"Perempuan yang mengalami serangan jantung pada usia muda sering kali hadir dengan gejala yang sama pada pria, namun mereka lebih mungkin menderita diabetes, memiliki status sosial ekonomi yang lebih rendah dan pada akhirnya lebih memicu kematian," kata Profesor Ron Blankstein.

Penelitian ini mengamati 404 perempuan dan 1.693 laki-laki yang mengalami serangan jantung antara tahun 2000 hingga 2016.

Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan laki-laki, perempuan lebih kecil kemungkinannya untuk menerima prosedur invasif terapeutik setelah masuk ke rumah sakit akibat serangan jantung. Perempuan juga lebih sedikit mendapatkan terapi medis tertentu, seperti aspirin, beta-blocker, ACE inhibitor dan statin.

Gejala yang paling umum serangan jantung baik pada laki-laki atau perempuan adalah nyeri dada yang terjadi pada hampir 90 persen pasien. Tetapi perempuan lebih cenderung mengalami gejala lain, seperti kesulitan bernapas, jantung berdebar, dan kelelahan.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Dokter Marysia, asisten profesor kedokteran di Mayo Clinic College of Medicine and Science,di Minnesota, menunjukkan bahwa depresi dua kali lebih umum di antara wanita dalam penelitian dibandingkan pria.

"Padahal wanita muda dengan depresi enam kali lebih mungkin menderita penyakit jantung koroner dibandingkan wanita tanpa depresi," tulisnya di Twitter.

baca juga

"Studi ini menunjukkan kebutuhan yang berkelanjutan untuk mempelajari dan meningkatkan lintasan insiden dan mortalitas penyakit kardiovaskular pada kaum muda, terutama wanita," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekerasan Seksual, Pembela Hak Perempuan: Pelaku Banyak Orang Dekat

Kekerasan Seksual, Pembela Hak Perempuan: Pelaku Banyak Orang Dekat

Riau | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 08:10 WIB

Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 17:55 WIB

Kaget Idola Kena Covid-19, Orang yang Sembah Trump sebagai Dewa Meninggal

Kaget Idola Kena Covid-19, Orang yang Sembah Trump sebagai Dewa Meninggal

News | Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:03 WIB

Terkini

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:57 WIB

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot

Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Apa Penyebab Uban Muncul di Usia Muda? Bukan Cuma Faktor Genetik

Apa Penyebab Uban Muncul di Usia Muda? Bukan Cuma Faktor Genetik

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:49 WIB

×