Jangan Bertamu Selama Pandemi Virus Corona, Ini 4 Penyebab Utamanya!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 16:38 WIB
Jangan Bertamu Selama Pandemi Virus Corona, Ini 4 Penyebab Utamanya!
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini, aktivitas sosial memang perlu dibatasi untuk mencegah penularan dan penyebaran.

Apalagi pertemuan atau berkunjung ke rumah seseorang dan berbincang di ruangan tertutup. Padahal ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk berisiko menyebarkan  virus corona Covid-19.

"Anda tidak boleh bertemu secara sosial dengan teman dan kerabat dekat dalam ruangan tertutup, seperti rumah pribadi, pub dan restoran. Kecuali memang tinggal bersaman," ujar pemerintah Inggris dalam menghimbau masyakatnya dikutip dari Mirror UK, Sabtu (17/10/2020).

Berikut 4 penyebab utama semua orang perlu menghindari kebiasaan bertamu atau berkunjung ke rumah orang selama pandemi virus corona Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

1. Virus corona tumbuh subur di dalam ruangan

Virus Covid-19 lebih mudah berkembang di dalam ruangan jika kondisi unventilated atau ventilasi udaranya kurang baik, termasuk di rumah pribadi. Peneliti Jepang menemukan kemungkinan orang yang terinfeksi menularkan virus di dalam ruangan adalah 18,7 kali lebih besar daripada di luar ruangan.

2. Virus bisa bertahan di permukaan selama berminggu-minggu

Studi terbaru telah memeringatkan bahwa virus corona Covid-19 bisa bertahan di permukaan lebih lama dari yang diperkirakan. Peneliti dari National Science Agency Australia menemukan bahwa virus corona bisa bertahan di permukaan selama 28 hari, termasuk layar ponsel, baja tahan karat dan uang kertas.

Meskipun orang sudah membersihkan permukaan rumahnya secara detail, tapi sulit untuk memastikan permukaan sudah aman dari virus corona atau belum.

baca juga

3. Jarak sosial lebih sulit diterapkan di dalam ruangan

Jarak fisik sangat disarankan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan mudah. Sayangnya, langkah ini lebih sulit diterapkan di dalam ruangan.

"Sangat kecil kemungkinannya Anda terpapar virus corona di luar ruangan karena aliran udara yang cepat. Tapi, ruang tertutup yang padat jauh lebih berisiko," jelas Profesor Lena Ciric Associate di bidang Teknik Lingkungan di UCL.

4. Orang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi

Bagi banyak orang, tidak bisa berkumpul atau menemui keluarga memang bagian tersulit dan menyedihkan. Tapi, lebih baik Anda mempertimbangkan kesehatan anggota keluarga, terutama lansia.

"Seiring bertambahnya usia, risiko akan mengalami kondisi parah akibat virus corona akan meningkat. Orang usia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit parah daripada usia 40 tahun ke bawah," jelas CDC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Apa Itu Penyakit Pes dan Seberapa Bahaya? Pekerja Lab Rusia Tewas Diduga Terinfeksi

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada

Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi

Kemenkes Minta Masyarakat Tak Asal Sentuh Bayi Saat Lebaran, Risiko Penularan Campak Tinggi

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:32 WIB

Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah

Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah

Health | Jum'at, 29 Agustus 2025 | 01:46 WIB

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan

Health | Minggu, 27 Juli 2025 | 15:30 WIB

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Terkini

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan

Banten | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

Temuan MK soal Ijazah Gibran, Feri Amsari: Bisa Jadi Jalan Pemakzulan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:41 WIB

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi

Jakarta | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Tiba dari Seoul, Tatang Winata Ditangkap Bareskrim Kasus Dugaan Penyelundupan Rp 253 Miliar

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Aturan Baru Ojol Hingga Kurir Makanan Resmi Dirilis, Apa Saja Untungnya Bagi Mitra?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Kairul Anwar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PSSI Jawa Tengah 2026-2030

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

×