Peneliti Indonesia Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Rokok Elektrik

Rabu, 21 Oktober 2020 | 06:24 WIB
Peneliti Indonesia Ungkap Fakta Mengejutkan Seputar Rokok Elektrik
Ilustrasi rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, memang masih jadi polemik di Indonesia. Alih-alih membebaskan para pengguna rokok konvensional untuk berhenti merokok, rokok elektrik juga menarik generasi yang awalnya tidak merokok, jadi menjajal rokok jenis ini.

Polemik juga semakin berkembang akibat minimnya kajian berbasis lokal terhadap rokok elektrik ini di Indonesia. Namun, peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP), Amaliyah, mengatakan bahwa hasil penelitian mendapati jika rokok elektrik lebih rendah jadi penyebab kanker rongga mulut.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok aktif (rokok konvensional) memiliki jumlah inti sel kecil dalam kategori tinggi sebanyak 147,1. Adapun pengguna rokok elektrik dan non-perokok masuk dalam kategori normal yang berkisar pada angka 70 hingga 80. Jumlah inti sel kecil yang semakin banyak menunjukkan ketidakstabilan sel yang merupakan indikator terjadinya kanker di rongga mulut," ujar Amaliyah dalam acara Webinar, Selasa (20/10/2020).

Melalui penelitian yang berjudul Risk Assessment of E-Liquid dan Oral Health Findings ini, maka disimpulkan inti sel kecil yang jadi penyebab kanker, di rokok elektronik cenderung sama dengan non perokok.

Tidak hanya itu, sebagai tambahan, YPKP juga mengaku telah melakukan kajian ilmiah terkait produk termbakau alternatif bersama SkyLab-Med Yunani pada tahun lalu. Penelitian tersebut membandingkan emisi senyawa aldehida yang dihasilkan dari produk tembakau yang dipanaskan, seperti rokok elektrik, rokok melalui vaping machine, serta smoking machine.

"Hasil dari riset tersebut menunjukkan produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektik memiliki emisi aldehida yang jauh lebih rendah dari rokok. Artinya, risiko bagi perokok juga menurun jika mereka beralih ke produk tembakau yang dipanaskan maupun rokok elektrik," sambung Amaliya.

Temuaan yang di dapat YPKP ini juga sejalan dengan temuan luar negeri yang dilakukan Public Health England, divisi dalam Departemen Kesehatan dan Pelayanan Sosial Inggris 2018 lalu, dengan judul “Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018.

"Hasilnya menyatakan produk tembakau alternatif 95 persen lebih rendah risiko dibandingkan rokok konvensional," demikian pernyataan dari YPKP.

Baca Juga: Susahnya Beli Rokok di Australia, Harus dengan Resep Dokter?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI